IPB University dan UM Kuningan Jalin Kerja Sama Gali Potensi Obat Herbal di Gunung Ciremai
IPB University menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan untuk menggali potensi obat herbal di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Science Techno Park (STP) IPB University, Kampus Taman Kencana, Kota Bogor (7/4).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Dr apt Wawang Anwarudin.
Dr Wawang menyampaikan apresiasi atas peluang kerja sama yang diberikan IPB University. Ia mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis bagi kampusnya yang baru memasuki tahun kedua setelah penggabungan dari beberapa institusi pendidikan.
“Penandatanganan MoU ini menjadi motivasi bagi kami untuk berkembang menjadi perguruan tinggi yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, UM Kuningan saat ini memiliki 14 program studi, termasuk farmasi yang berfokus pada pengembangan obat herbal. Kedekatan wilayah kampus dengan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai dinilai sebagai peluang besar untuk pengembangan biofarmaka.
Namun, ia menyebut, keterbatasan fasilitas penelitian modern menjadi tantangan. Karena itu, pihaknya berharap dapat melakukan kolaborasi riset dengan IPB University, khususnya di bidang biofarmaka dan hilirisasi produk herbal.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan sektor peternakan. UM Kuningan yang memiliki program studi peternakan melihat potensi besar di wilayah Kuningan dalam pengembangan sapi dan ayam, sehingga kolaborasi diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai UM Kuningan memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama dengan program studi yang relevan dengan keunggulan IPB University.
IPB University, lanjutnya, memiliki 14 fakultas dengan ratusan program studi serta didukung lebih dari 1.500 dosen. Ia juga membuka peluang kolaborasi lebih luas, mulai dari riset bersama, program pendidikan, hingga skema fast track bagi mahasiswa UM Kuningan untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi di IPB University.
“Kami terbuka untuk berbagai bentuk kerja sama, termasuk pengembangan riset tematik di bidang pangan, pertanian, dan kesehatan, serta kolaborasi dalam program pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pengembangan riset biofarmaka berbasis potensi lokal Gunung Ciremai sekaligus meningkatkan kapasitas akademik dan kontribusi kedua institusi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. (dh)
