Sebanyak 1.507 Peserta Hadiri Latihan ke-2.000 BEP di Kampus IPB University
Latihan Bersama Gabungan (Latbergab) Pegiat Olah Nafas Olah Gerak Bioenergy Power (BEP) menjadi momentum memperkuat konsistensi masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, Sabtu (3/10), tersebut digelar dalam rangka merayakan latihan virtual sesi sore yang telah mencapai 2.000 kali.
Ketua Panitia Latbergab, Ir Cecep M Fathoni, MBA, menyampaikan bahwa antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Sebanyak 1.507 peserta hadir secara langsung, sedangkan 1.300 peserta mengikuti secara virtual.
Menurut Cecep, capaian 2.000 kali latihan bukan sekadar angka, melainkan sarana untuk menjaga semangat peserta agar konsisten berolahraga.
Ia menjelaskan, pencapaian tersebut merupakan bagian dari tahapan motivasi, sebagaimana sebelumnya peserta telah didorong ketika mencapai 1.000 kali latihan. Ke depan, capaian 3.000 kali dan seterusnya dapat menjadi target baru untuk mempertahankan semangat kebersamaan.
Konsistensi tersebut semakin mudah dijaga melalui latihan virtual yang berkembang sejak masa pandemi COVID-19. Cecep mengatakan, format virtual justru membuka kesempatan latihan pada pagi dan sore hari dengan jangkauan peserta yang semakin luas, termasuk dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.
Saat ini, pegiat BEP disebut telah mencapai hingga 11.000 peserta yang tersebar di sekitar 19 provinsi dan 276 rumah sehat atau sanggar.
Sementara itu, Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi, mengapresiasi kegiatan yang dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kesehatan warga kampus.
Ia menyebut kegiatan positif seperti ini turut mendorong partisipasi sivitas akademika dalam menerapkan gaya hidup sehat.
“Kalau orang-orang yang sehat, institusi juga akan sehat,” katanya.
Dukungan IPB University terhadap kegiatan tersebut juga selaras dengan program Healthy Lifestyle yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat.
Dalam kegiatan tersebut, BEP diperkenalkan sebagai perpaduan olah napas dan olah gerak yang dirancang dengan pendekatan sains untuk mendukung kesehatan dan kebugaran. Latihan ini juga ditekankan perlu disinergikan dengan pola pikir positif serta pola makan dan minum yang sehat dan bergizi seimbang sebagai bagian dari pola hidup sehat BEP.
Ketua Dewan Pembina Komunitas BEPers Indonesia (KBI), Mayjen TNI (P) Iwan R Sulanjaya, menekankan bahwa konsistensi dan pola pikir positif menjadi bagian penting dalam menjalankan latihan.
Ia juga mengajak para pegiat untuk mempertahankan pola pikir positif dalam menjalani aktivitas sehari-hari. “Berpikirlah positif. Salah satunya adalah pikiran kita, saya akan sehat dengan latihan BEP ini. Jadi pikiran itu sangat kuat,” katanya. (dr)
