Kala Mahadipta Nabhaskara Gali Inspirasi di Museum dan Galeri IPB Future
Peserta Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB), yakni mahasiswa angkatan 63 ‘Mahadipta Nabhaskara’, menyambangi Museum dan Galeri IPB Future pada 1 hingga 31 Agustus 2026. Dalam kunjungannya, Sobat Dipta, sapaan bagi para mahasiswa baru, mengeksplorasi seluruh area Museum IPB untuk belajar seputar riwayat Kampus IPB University sebagai inspirasi menghadapi masa kini dan hari esok.
Salah satu Sobat Dipta menyampaikan betapa lengkapnya Museum IPB. “Museum ini lengkap dari segi sejarah IPB,” sebut Fatir dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan. Ia juga menambahkan bahwa para mahasiswa harus semakin giat ke museum agar lebih mengenal identitas IPB University.
Museum IPB juga membuka area-area spesial untuk menyambut Sobat Dipta. Selain pameran temporer Biodiversity Chronicle yang telah berlangsung sejak bulan Mei, Memory MPKMB dilangsungkan di Area A Museum IPB untuk bernostalgia mengingat perayaan MPKMB tahun-tahun sebelumnya. Virtual Campus Tour juga diberikan kepada Sobat Dipta untuk mengelilingi Kampus Dramaga menggunakan VR.
Selain itu, berbagai games menarik juga dimainkan oleh Sobat Dipta selama kunjungan. Campus Quest yang terdapat di Area E Museum IPB menjadi jenis permainan paling diminati oleh mereka. Melalui game tersebut, Sobat Dipta diajak menyusun teka-teki puzzle bertemakan IPB University.
Video Booth juga dikunjungi dengan antusias. Di sini, Sobat Dipta berekspresi bebas untuk membuat video 360. Terakhir, arena board game menjadi titik permainan yang mendapatkan perhatian Sobat Dipta. Mereka memainkan berbagai games seperti gasing, scrabble, hingga balok susun.
Yang spesial, Area Kreasi MPKMB Paint Your Next Chapter digelar di Pendopo Museum. Di area ini, Sobat Dipta diajak untuk menuliskan harapannya selama berkuliah dan kemudian lulus dari IPB University. Mereka menuliskan hal itu berdasarkan inspirasi masa lalu yang telah didapat dalam kunjungan. “Ingin menjadi rektor,” “ingin menjadi ahli gizi,” demikian tulis beberapa Sobat Dipta di area ini.
Dengan lebih detail, mahasiswa Sekolah Vokasi bernama Falah menyebut Museum IPB menginspirasinya untuk dapat berpartisipasi dalam student exchange ke luar negeri. Ia mengaku inspirasi ini ia dapatkan dari Area J Museum.
“Tadi saya lihat di area belakang terkait riwayat kerja sama IPB dengan luar negeri, sehingga saya tertarik untuk melakukan student exchange. Saya lihat tadi ada ke Australia, ke Amerika, ke Jerman, ya, mungkin saya nanti bisa mendaftar diri sebagai calon student exchange,” ungkap Falah.
Mengakhiri kunjungan, Sobat Dipta masuk ke Area K untuk menyimak video profil IPB. Salah satu Sobat Dipta menyebut bahwa area ini mirip seperti bioskop. “Area bioskop Museum bukan menampilkan film horor, guys, tapi apa saja yang ada di IPB, seperti ilmu kelautan dan pertanian, jadi benar-benar approved,” ungkap Cinta dari Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika.
Selama satu bulan, Museum IPB menerima jumlah total kunjungan sebanyak 8,285 orang mahasiswa baru angkatan 63, baik tingkat sarjana maupun vokasi. Terdapat sebagian mahasiswa yang melakukan kunjungan berulang sehingga jumlah pengunjung dapat mencapai angka tersebut. Kunjungan berulang ini dilakukan secara mandiri di luar rombongan kelompok sanggala yang telah memiliki jadwal teratur. Hal ini sekaligus menggambarkan antusias besar para mahasiswa baru terhadap Museum IPB.
