IPB University Tetapkan Global Leadership in Innopreneurship sebagai Arah Strategis 2027

IPB University Tetapkan Global Leadership in Innopreneurship sebagai Arah Strategis 2027

ipb-university-tetapkan-global-leadership-in-innopreneurship-sebagai-arah-strategis-2027
Berita

IPB University menetapkan Global Leadership in Innopreneurship sebagai arah strategis 2027 untuk memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi inovatif, resilien, dan berdampak.

Arah tersebut menjadi fokus Musyawarah Perencanaan dan Pengembangan (Musrenbang) IPB 2027 yang digelar di Auditorium Andi Hakim Nasoetion (AHN), Kampus IPB Dramaga (9/9), sekaligus menjadi landasan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) IPB Tahun 2027.

Rektor Dr Alim Setiawan Slamet mengatakan, tahun 2027 merupakan kesempatan untuk memperkuat capaian strategis IPB University sekaligus merespons perubahan lingkungan pendidikan tinggi, ekonomi, teknologi, dan kebutuhan pembangunan nasional. 

Menurutnya, arah tersebut merupakan kelanjutan dari milestone Rencana Strategis (Renstra) IPB 2023–2028, setelah fase Global Engagement pada 2026 dan sebelum Globalized Sustainable University pada 2028.

“Pada tahun depan, pembahasan kita adalah bagaimana kita segera menjadi global dalam kepemimpinan innopreneurship. Kita harus memperkuat Science Techno Park, mengembangkan mahasiswa berkapasitas techno-socio-entrepreneurial, memperluas living lab dan Village-Up, serta mengakselerasi hilirisasi riset,” ujar Alim.

IPB-MIRAI

Rektor menerangkan, strategi tersebut perlu dijalankan dengan prinsip IPB-MIRAI, yakni mutu, inklusif, relevan, adaptif, dan impactful. Prinsip ini menjadi penting karena perguruan tinggi menghadapi sejumlah perubahan, mulai dari tekanan fiskal dan efisiensi anggaran, agenda ketahanan pangan, perubahan iklim dan transisi energi, ekonomi biru-hijau, hingga disrupsi kecerdasan buatan.

“IPB University harus terus adaptif. Efisiensi perlu dilakukan tanpa mengorbankan mutu, kesejahteraan, dan cita-cita institusi,” tuturnya.

Dalam bidang pendidikan, lanjut Dr Alim, IPB University juga memberi perhatian pada peningkatan kelulusan tepat waktu dan Angka Efisiensi Edukasi (AEE). Di bidang riset dan inovasi, penguatan berorientasi pada sumber daya hayati, Agromaritim 5.0, bio-based solutions, biodiversitas, dan bioekonomi. 

“Fokus tersebut diarahkan pada pengembangan pangan dan pakan, biomedis, bahan kimia berbasis hayati, biomaterial, serta bioenergi dan biofuel,” ucapnya.

Selain itu, pengembangan Village-Up menjadi bagian dari strategi memperluas dampak inovasi IPB University Melalui ekosistem desa dan startup. Program tersebut menghubungkan mahasiswa, riset, inovasi, aset, kapital, mitra, dan akses pasar agar hasil riset dapat memberi manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas.

Dr Alim mengatakan, untuk mendukung agenda tersebut, program strategis 2027 juga mencakup digitalisasi pembelajaran, penguatan kualitas riset dan luaran, internasionalisasi, pengembangan sumber daya manusia, penguatan tata kelola, serta optimalisasi aset. 

Dengan kebijakan tersebut, ia menegaskan, program harus memiliki keterkaitan dengan visi, target kinerja, dan dampak bagi civitas masyarakat. Perencanaan ini tidak berhenti pada target, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata.

“Kalau kita membangun ekosistem inovasi, kita tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga harus memastikan inovasi itu berdampak bagi masyarakat,” pungkas Dr Alim. (dr)