IPB University Salurkan 1,27 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT
IPB University menyalurkan sekitar 1,27 ton bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang diberangkatkan Selasa malam (8/9) tersebut terdiri atas sekitar 6.350 paket nasi steril siap makan serta berbagai barang pendukung, termasuk mesin penjernih air.
Rektor Dr Alim Setiawan Slamet melepas bantuan tersebut secara simbolis di Science Techno Park (STP) IPB, Kampus Taman Kencana, Bogor (8/9). Bantuan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, di antaranya alumni di bawah naungan Aksi Relawan Mandiri (ARM) IPB, Persatuan Golf Alumni IPB, Yayasan Satu Umat, warga IPB (dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa), dan masyarakat.
“Pada kesempatan ini, kita dapat bersama-sama melepas bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” ucap Rektor saat sambutan di acara pelepasan bantuan.
Ia mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar IPB University. Menurutnya, kepedulian sosial telah menjadi bagian dari jati diri IPB University, termasuk mengamalkan ilmu yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Pada hari ini, kita mengirimkan sebanyak 6.350 paket nasi steril siap makan. Ini merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Dr Tjahja Muhandri (dosen Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan),” ujarnya.
Nasi steril dipilih karena dapat bertahan hingga satu tahun dan praktis untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam kondisi bencana. Sebelumnya, IPB University juga telah mengirimkan sekitar 54 ribu paket nasi steril kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ketika kondisi menyulitkan masyarakat memperoleh air bersih dan memasak.
Ketua ARM IPB, Ir Ahmad Husein, MSi, mengungkapkan, “Atas arahan dan amanat Rektor sehari setelah kejadian gempa, pihaknya langsung melakukan rapat koordinasi bersama pimpinan IPB University untuk menentukan aksi kemanusiaan guna membantu masyarakat terdampak.”
Saat ini, bantuan diarahkan ke dua lokasi, yakni Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, dan Kelurahan Kota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan meliputi pangan dan nonpangan, air bersih, dapur umum, serta dukungan psikososial, terutama bagi anak-anak terdampak bencana.
Yayasan Satu Umat turut berkontribusi melalui pengembangan tiga unit mesin penjernih air dan dua mesin reverse osmosis (RO). Total bantuan logistik yang disiapkan bernilai hampir Rp40 juta.
“Bantuan akan dikirim secara estafet melalui jalur yang memungkinkan, baik darat maupun udara, dengan target tiba di lokasi terdampak maksimal satu minggu,” kata dia.
Ahmad juga mengapresiasi mahasiswa yang turut menggalang dana. Ia berharap institusi, warga IPB University, dan alumni dapat bersatu mendukung serta memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. (dh)
