Hadirkan Klinik Peta Loka, LPA2I IPB University Dekatkan Kepakaran Pertanian kepada Warga Tirtajaya, Depok

Hadirkan Klinik Peta Loka, LPA2I IPB University Dekatkan Kepakaran Pertanian kepada Warga Tirtajaya, Depok

hadirkan-klinik-peta-loka-lpa2i-ipb-university-dekatkan-kepakaran-pertanian-kepada-warga-tirtajaya-depok
Pengabdian Masyarakat

Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University melalui Bidang Pengembangan Tani dan Nelayan menghadirkan Klinik Peta Loka di Bale Warga Tirtajaya, Depok pada Minggu (6/9). 

Kegiatan ini menjadi upaya mendekatkan akses kepakaran pertanian kepada masyarakat perkotaan dengan mengusung konsep layanan konsultasi berjalan melalui Mobil Klinik Tanaman IPB University.

Kegiatan dihadiri oleh 32 peserta yang terdiri atas perwakilan Kelurahan Tirtajaya, Komunitas D’rangrang, warga lokal, praktisi urban farming, perwakilan komunitas tani, serta pemerintah setempat. 

Para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai permasalahan tanaman yang dihadapi dalam kegiatan budi daya di lingkungan perkotaan.

Bonjok Istiaji, SP, MSi, hadir sebagai pakar dan narasumber sesi konsultasi bersama peserta. Asisten Bidang Pengembangan Tani dan Nelayan LPA2I IPB University ini mengatakan, Klinik Peta Loka merupakan bentuk nyata institusi dalam mendekatkan layanan konsultasi kepada masyarakat perkotaan.

“Jika di wilayah perdesaan masyarakat terbiasa dengan hasil panen dalam skala luas, maka di wilayah perkotaan masyarakat memerlukan layanan pendampingan untuk merawat dan menjaga kesehatan tanaman di lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Pelaksana tugas (Plt) Lurah Tirtajaya, Agus Sulaeman mengapresiasi kehadiran Klinik Peta Loka IPB University yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat dan komunitas pertanian di Kelurahan Tirtajaya.

Plt. Lurah Tirtajaya dan Pakar IPB (Foto: LPA2I IPB)

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kelurahan Tirtajaya, termasuk komunitas pertanian yang ada di wilayah kami. Karang Taruna dan ibu-ibu di Tirtajaya banyak belajar, salah satunya dalam mengidentifikasi berbagai permasalahan pada tanaman yang dibudidayakan sehari-hari,” ujar Agus.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan jangkauan yang lebih luas sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh manfaat dari layanan konsultasi tersebut.

Identifikasi Permasalahan Tanaman Bersama Pakar
Dalam sesi konsultasi, pakar bersama tim memperkenalkan berbagai fasilitas laboratorium mini di Mobil Klinik Tanaman IPB University untuk membantu melakukan identifikasi awal terhadap sampel tanaman yang dibawa warga.

Sejumlah permasalahan tanaman yang muncul di antaranya penyakit blendok pada tanaman jeruk, kerontokan buah jambu air, serangan kutu perisai pada raspberry dan blackberry, serta gangguan pertumbuhan (stunting) pada tanaman terong.

Melalui konsultasi tersebut, warga memperoleh alternatif penanganan sesuai dengan permasalahan masing-masing tanaman, mulai dari perbaikan nutrisi dan kondisi lingkungan, pengendalian hama dan penyakit, hingga tindakan karantina bagi tanaman yang mengalami gangguan.

Identifikasi Tanaman Terong (Foto: LPA2I IPB)

Salah satu peserta, Ria, menyampaikan, “Alhamdulillah, Klinik Peta Loka sangat bermanfaat, khususnya dalam membahas permasalahan hama dan penyakit pada tanaman. Saya pribadi juga tergabung dalam beberapa komunitas di Kelurahan Tirtajaya dan berharap kegiatan serupa dapat hadir di paguyuban kami,” ujar Ria.

Perluas Akses Konsultasi melalui IPB Digitani
Selain konsultasi secara langsung, tim juga mengenalkan IPB Digitani. Platform digital tersebut merupakan sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkonsultasi dengan pakar IPB University secara lebih mudah tanpa terbatas jarak.

Melalui Klinik Peta Loka, LPA2I IPB University terus mendorong hadirnya layanan kepakaran yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan pertanian perkotaan yang mandiri, hijau, dan berkelanjutan. (*/Rz)