Bukan Karena Telur! Jadi, Apa yang Menyebabkan Bisul? Ahli Gizi IPB University Jelaskan Faktanya
Anggapan bahwa terlalu banyak makan telur dapat menyebabkan bisul masih dipercaya sebagian masyarakat, terutama pada anak-anak. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menegaskan bahwa konsumsi banyak telur secara langsung menyebabkan bisul. Jadi, apa yang sebenarnya menyebabkan bisul terjadi?
Ahli Gizi IPB University, Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani, MGizi, menjelaskan bahwa penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut sebenarnya merupakan flora normal yang terdapat pada kulit.
“Flora normal ini bisa menyebabkan infeksi apabila sistem kekebalan tubuh menurun atau rendah dan kebersihan diri (hygiene) yang kurang,” jelasnya.
Mengapa Anak Lebih Sering Alami Bisul?
Menurut Dr Karina, bisul dapat lebih sering ditemukan pada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sempurna. Aktivitas anak yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gesekan kulit atau luka terbuka akibat garukan.
Kondisi tersebut dapat mempermudah bakteri Staphylococcus aureus masuk ke dalam kulit. Selain itu, kebersihan diri yang kurang, seperti jarang mandi dan tidak memotong kuku yang panjang, juga menjadi faktor risiko.
Dr Karina menambahkan, konsumsi telur memang dapat memicu masalah kulit pada orang yang memiliki alergi telur. Reaksi alergi telur umumnya berupa bentol, ruam kemerahan, dan rasa gatal. Sementara itu, bisul atau infeksi kulit biasanya berupa benjolan yang disertai nanah dan terasa nyeri.
“Pada orang yang memiliki alergi telur, konsumsi telur yang berlebihan dapat menimbulkan ruam dan gatal-gatal pada kulit. Jika digaruk, ini akan menimbulkan luka terbuka yang mempermudah masuknya bakteri penyebab bisul,” ujarnya.
Tetap Jadi Sumber Protein
Bagi masyarakat sehat yang tidak memiliki alergi telur, Karina mengatakan tidak perlu membatasi konsumsi telur karena khawatir mengalami bisul. Telur tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang apabila dikonsumsi sesuai kebutuhan.
“Telur mengandung 6–7 gram protein per butir. Kebutuhan protein orang dewasa 0,8–1 gram/kg berat badan. Tentunya tidak semuanya didapatkan dari telur, tetapi disarankan agar sumber protein dari aneka ragam pangan hewani maupun nabati,” katanya.
Dr Karina juga mengingatkan kandungan lemak telur. Setiap butir telur mengandung sekitar 5–5,3 gram lemak, dengan lemak jenuh sekitar 1,5–1,6 gram. Batas maksimal konsumsi lemak jenuh adalah 7 persen dari total energi atau sekitar 15 gram per hari untuk kebutuhan energi 2.000 kkal.
“Jadi, telur bukan penyebab langsung bisul. Kebersihan diri, kondisi kulit, dan sistem kekebalan tubuh menjadi faktor yang lebih berkaitan dengan munculnya infeksi tersebut,” tandas Dr Karina. (Fj)
