Belajar Budi Daya Buah dalam Pot, Peserta Sekolah Komoditas IPB Kunjungi Kebun Petik Tenjo

Belajar Budi Daya Buah dalam Pot, Peserta Sekolah Komoditas IPB Kunjungi Kebun Petik Tenjo

belajar-budi-daya-buah-dalam-pot-peserta-sekolah-komoditas-ipb-kunjungi-kebun-petik-tenjo
Pengabdian Masyarakat

Tanaman buah seperti alpukat, jambu, dan kelengkeng umumnya dibudidayakan secara langsung di lahan terbuka dan membutuhkan ruang yang cukup luas. Namun, perkembangan teknik tanaman buah dalam pot memungkinkan budi daya dilakukan pada lahan yang lebih terbatas.

Pengetahuan tersebut dipelajari secara langsung oleh peserta Sekolah Komoditas IPB University 2026 melalui kegiatan Agripreneur Camp di Kebun Petik Tenjo, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I), beberapa waktu lalu.

Kebun Petik Tenjo dikelola oleh tim Yayasan Durian Nusantara di bawah kepengurusan Dr Reza Tirtawinata, salah satu alumni IPB University yang telah mengembangkan teknik budi daya tanaman buah dalam pot sejak 2022. Kini penerapannya tidak hanya di Bogor, tetapi juga sudah berkembang ke wilayah lain di Indonesia, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. 

“Teknik penanaman ini memberikan berbagai manfaat, salah satunya bisa membuat panen buah sepanjang tahun (tanpa musim), optimasi hara dan nutrisi tanaman, memaksimalkan sistem pengairan, serta membuat umur tanaman bisa lebih genjah dari biasanya,” ujar Dr Reza.

Melalui teknik penanaman buah dalam pot, pengelolaan tanaman dapat lebih intensif dan terukur. Pemupukan, pengairan, dan pemberian nutrisi dikelola sesuai kebutuhan tanaman. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi pengembangan budi daya tanaman buah pada lahan yang terbatas di berbagai wilayah.

Sebanyak 25 peserta yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai program studi dan masyarakat binaan IPB University mengikuti kegiatan ini. Peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai teknik budi daya tanaman buah dalam pot, mulai dari penanaman dan pemeliharaan, pemupukan dan manajemen nutrisi tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga induksi pembuahan.

Kegiatan Agripreneur Camp merupakan bagian dari alur pembelajaran Sekolah Komoditas 2026. Sebelumnya, para peserta telah memperoleh pembekalan mengenai budi daya komoditas melalui Thematic Course bersama dosen dan praktisi. Kemudian, dilanjutkan pengalaman langsung di lapangan agar peserta tidak hanya memahami konsep dan teori, tetapi juga melihat penerapan teknologi serta pengelolaan komoditas secara nyata di tingkat kebun.

Prof Tri Prartono, Wakil Kepala LPA2I Bidang Inovasi, Alih Teknologi, dan Sociopreneurship, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya IPB University untuk menghadirkan pembelajaran yang aplikatif sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kami berharap adanya Sekolah Komoditas ini bisa bermanfaat untuk implementasi ilmu pengetahuan yang aplikatif sesuai dengan tridarma perguruan tinggi dalam bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat,” ujar Prof Tri.

Secara keseluruhan, Sekolah Komoditas 2026 diikuti oleh sekitar 90 peserta dalam empat bidang komoditas, yaitu buah unggul, tanaman pangan, unggas, dan ikan air tawar. 

“Saya sangat bersyukur menjadi salah satu peserta Sekolah Komoditas. Kami dibekali pengetahuan dasar mengenai budi daya tanaman alpukat, hingga kini bisa melihat secara langsung penerapannya di Kebun Petik Tenjo. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi saya untuk mengembangkan teknik budi daya yang sesuai dengan kondisi di wilayah saya,” ujar salah satu peserta. (*/Rz)