Mahasiswa IPB University Hadirkan Solusi Homesickness untuk Siswa Baru Boarding School
Meninggalkan rumah untuk pertama kalinya dan tinggal jauh dari keluarga bukan perkara mudah bagi seorang remaja. Itulah yang dirasakan ratusan siswa baru kelas VII Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB), Cibungbulang, Bogor, setiap kali tahun ajaran baru dimulai. Tangisan di malam hari, menarik diri dari teman, hingga semangat belajar yang memudar menjadi pemandangan yang jamak ditemui pada bulan-bulan pertama kehidupan berasrama.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, Muhammad Zidane Rizantha, mahasiswa Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) IPB University, merancang program intervensi psikososial bernama STAY-MATE (Support, Trust, Adaptation, and Youth Motivation for Education) sebagai bagian dari program Capstone pengabdian masyarakat di bawah bimbingan Prof Megawati Simanjuntak dan Fuad Habibi Siregar, SPsi.
Program ini dijalankan selama enam minggu, April–Mei 2026, melibatkan 55 siswa kelas VII SCB. Menggunakan experiential learning, pembelajaran dilakukan melalui pengalaman nyata yang dibagi dalam tiga fase: pengenalan dan regulasi emosi, penguatan dukungan teman sebaya (peer support), serta pembangunan motivasi belajar.
Media utama program adalah STAY-MATE Journal, sebuah buku jurnal interaktif yang memuat mood tracker, refleksi harian, jurnal rasa syukur, dan penetapan tujuan belajar mingguan.
“Kami ingin siswa punya ruang untuk jujur dengan perasaan mereka sendiri, sekaligus belajar bahwa teman-teman di sebelah mereka bisa menjadi rumah kedua,” ujar Zidane.
Perubahan itu dirasakan langsung oleh para siswa. Chelsea, salah satu peserta program, mengungkapkan kesannya dengan polos namun penuh makna. “Aku senang Kak Zidane datang ke sini setiap minggunya. Aku jadi lebih tahu cara mengelola emosi, saat aku kangen umi dan abi, aku tahu harus ngapain. Aku juga jadi lebih semangat belajar. Dan aku mulai berpikir, kenapa aku di sini? Ya, karena aku ingin sukses,” tuturnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh indikator emosi positif meningkat, termasuk rasa tenang, semangat, dan kebahagiaan bersama teman sementara kecemasan, kesedihan tanpa sebab, dan rasa kesepian menurun drastis. Motivasi belajar pun menguat nyata, ditandai dengan berkurangnya perilaku malas dan meningkatnya keterlibatan dalam pelajaran.
Guru Bimbingan Konseling SCB mengapresiasi program ini sebagai terobosan yang selama ini dibutuhkan. “Kami melihat perubahan nyata pada anak-anak. Mereka lebih terbuka, lebih bersemangat, dan mulai merasa betah di sini, kami sangat berterima kasih kepada Zidane dan teman IKK lainnya sudah datang ke SCB,” ungkap salah satu guru.
Program STAY-MATE menjadi bukti nyata bahwa ilmu keluarga dan konsumen dapat hadir sebagai solusi konkret di tengah masyarakat. IPB University melalui program Capstone IKK terus mendorong mahasiswanya untuk menghasilkan karya pengabdian yang berdampak langsung bagi kehidupan generasi muda Indonesia. (*/Rz)
