IPB University Tuan Rumah Seleksi Terpusat Beasiswa ADik 2026
IPB University menjadi tuan rumah pelaksanaan Seleksi Terpusat Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2026 yang dihadiri 132 pimpinan dan operator perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Bigland Hotel, Bogor (8–10/6).
Dalam sambutannya, Rektor Dr Alim Setiawan menyampaikan apresiasi kepada Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) atas kepercayaan yang diberikan kepada IPB University sebagai mitra penyelenggara seleksi terpusat Beasiswa ADik.
Menurut dia, program Beasiswa ADik merupakan wujud komitmen negara dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada putra-putri terbaik bangsa, khususnya yang berasal dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Papua, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan afirmasi pendidikan.
“Program ini mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dengan semangat yang sama, yaitu semangat NKRI. Melalui ADik, kita ingin memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa, terutama dari daerah 3T dan wilayah yang sangat membutuhkan akses pendidikan tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala PPAPT, Dr Sandro Mihardi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh perguruan tinggi yang selama ini berkontribusi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan program beasiswa afirmasi.
Ia menegaskan bahwa program ADik merupakan amanah undang-undang untuk menjamin akses pendidikan tinggi bagi warga negara Indonesia, khususnya dari kelompok ekonomi kurang mampu, wilayah 3T, penyandang disabilitas, serta peserta repatriasi.
Ia menyebutkan bahwa saat ini jumlah mahasiswa penerima manfaat berbagai program bantuan pendidikan tinggi yang masih aktif mencapai sekitar 1.047.000 orang. Khusus untuk program ADik, jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 10.000 mahasiswa, dengan kuota tahun 2026 direncanakan sekitar 2.000 orang.
Pada kesempatan tersebut, Dr Sandro juga menyampaikan rencana evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program ADik. Evaluasi tersebut akan mencakup tingkat kelulusan penerima beasiswa, rata-rata masa studi, hingga capaian program berdasarkan wilayah asal penerima manfaat.
“Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan pengembangan program afirmasi pendidikan tinggi ke depan,” katanya.
Sementara itu, Tim Kerja KIP Kuliah dan ADik, Septien Prima Diassari, SKom, MSi, dalam laporannya menjelaskan bahwa seleksi afirmasi pendidikan tinggi tahun 2026 merupakan tahapan penting untuk memastikan pemerataan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri terbaik dari wilayah afirmasi.
Ia melaporkan, kegiatan seleksi terpusat tahun ini diikuti oleh 132 pimpinan dan operator perguruan tinggi penyelenggara ADik, terdiri atas 114 perguruan tinggi negeri dan sejumlah perguruan tinggi swasta.
Jumlah pendaftar program ADik tahun 2026 mencapai 6.040 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.764 peserta dinyatakan lulus verifikasi dan validasi.
Sebaran pendaftar terdiri atas 4.518 peserta dari wilayah Papua, 854 lulusan Program Afirmasi Pendidikan Menengah, 278 peserta dari daerah khusus 3T, serta 185 peserta repatriasi.
Selain itu, dari total pendaftar yang telah mengikuti seleksi nasional masuk perguruan tinggi, sebanyak 495 peserta telah dinyatakan lulus. Rinciannya, 151 peserta lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan telah ditetapkan sebagai penerima ADik, 97 peserta lulus SNBP tetapi masih menunggu penetapan, serta 247 peserta lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Melalui seleksi terpusat ini, pemerintah bersama perguruan tinggi penyelenggara diharapkan dapat memastikan proses penetapan penerima Beasiswa ADik berjalan transparan dan tepat sasaran, sehingga semakin banyak putra-putri dari wilayah afirmasi memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. (dh)
