Kolaborasi IPB University dan LAZ Rabani Berbuah Panen Perdana Ubi Ungu di Gunung Mulya

Kolaborasi IPB University dan LAZ Rabani Berbuah Panen Perdana Ubi Ungu di Gunung Mulya

kolaborasi-ipb-university-dan-laz-rabani-berbuah-panen-perdana-ubi-ungu-di-gunung-mulya.jpg
Berita / Pengabdian Masyarakat

Upaya pemberdayaan IPB University terhadap masyarakat desa kembali menunjukkan hasil nyata. Rabu (8/10), Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University (LPA2I) bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Rabani berhasil menggelar panen perdana ubi ungu di Desa Gunung Mulya, Kabupaten Bogor.

Kegiatan dihadiri oleh Danang Aria Nugroho, SE, MSi selaku Sekretaris LPA2I dan Ketua LAZ Rabani, Muhammad Faried, bersama jajaran pengurus.

Dalam sambutannya, Faried menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri, berdaya, serta berkembang baik dari sisi keterampilan, mental, maupun ekonomi.

Danang menambahkan, program pemberdayaan ini telah dimulai sejak 19 Desember 2025 dengan pendekatan pendampingan intensif berbasis inovasi IPB University yang diterapkan langsung oleh petani hingga masa panen.

“IPB University berperan sebagai pendamping sekaligus juga sebagai offtaker melalui skema One Village One CEO (OVOC). Skema ini memastikan keberlanjutan usaha petani, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, panen, hingga pemasaran hasil,” paparnya.

Dengan mekanisme tersebut, Danang mengatakan, kekhawatiran petani terkait akses pasar dan kepastian harga dapat diatasi secara lebih sistematis.

Lebih lanjut, program ini dirancang sebagai model pemberdayaan berkelanjutan. Petani tidak hanya menerima manfaat jangka pendek, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan mereka melanjutkan praktik pertanian secara mandiri.

Implementasi OVOC bahkan telah mendorong komoditas ubi menembus pasar ekspor, menegaskan tingginya nilai ekonomi komoditas lokal tersebut,” jelas Danang.

Karena itu, ia menyebut kegiatan panen ubi ungu di Gunung Mulya memiliki sejumlah makna strategis, antara lain meningkatkan kesejahteraan petani, mengembangkan pangan lokal bernilai gizi tinggi, membuka peluang usaha berbasis pertanian, serta menjadi model kolaborasi efektif antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Panen perdana ini menjadi representasi nyata dari program pemberdayaan desa berbasis ilmu pengetahuan. Kolaborasi antara IPB University, LAZ Rabani, dan masyarakat diharapkan mampu terus menghadirkan dampak konkret dalam mendukung kemandirian pangan dan penguatan ekonomi desa. (*/Rz)