IPB University Tuan Rumah Workshop Tendik Berdampak PLP 2026, Dorong Transformasi SDM Perguruan Tinggi

IPB University Tuan Rumah Workshop Tendik Berdampak PLP 2026, Dorong Transformasi SDM Perguruan Tinggi

ipb-university-tuan-rumah-workshop-tendik-berdampak-plp-2026-dorong-transformasi-sdm-perguruan-tinggi-.jpg
Berita

IPB University menjadi tuan rumah Workshop-Benchmarking Tendik Berdampak Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di IPB International Convention Center (6–10/4).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Brian Yuliarto pada sambutannya menegaskan pentingnya peran tenaga kependidikan (tendik) dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi.

“Dalam keseharian kegiatan di kampus, ada satu elemen yang sangat krusial yang kadang-kadang tidak tampak di permukaan, yaitu para tenaga kependidikan,” ujarnya yang hadir secara daring.

Ia menekankan bahwa kualitas layanan dan tata kelola perguruan tinggi sangat bergantung pada profesionalisme tendik. Di tengah transformasi digital, peran mereka tidak lagi sekadar administratif, tetapi juga sebagai penggerak perbaikan sistem.

“Tenaga kependidikan hari ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administrasi, tetapi harus menjadi lokomotif perbaikan sistem,” tegasnya.

Rektor Dr Alim Setiawan Slamet menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada IPB University sebagai tuan rumah. Ia berharap kegiatan ini mampu menghadirkan ide, inspirasi, serta peluang kolaborasi sesama perguruan tinggi.

Ia juga menekankan pentingnya peran PLP dalam mendukung pendidikan dan riset. “Peran PLP sudah sangat esensial, karena tanpa dukungan mereka, proses pendidikan, riset, dan inovasi tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia IPB University, Prof Sri Suharti menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi tendik secara berkelanjutan.

“PLP merupakan garda terdepan di laboratorium dan memiliki peran strategis dalam mendukung capaian pembelajaran mahasiswa,” jelasnya.

Ia menambahkan, workshop dan benchmarking ini dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis, manajerial, serta mendorong adaptasi terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu berbagi praktik baik, membangun kolaborasi, serta merumuskan rekomendasi strategis bagi pengembangan PLP di Indonesia. Dengan demikian, tendik diharapkan semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di masa depan. (AS)