IPB University Lepas 21 Jemaah Calon Haji 2026, Rektor: Misi Mulia dan Internal Journey
Sebanyak 21 jemaah calon haji (JCH) yang berasal dari keluarga besar IPB University dilepas secara resmi dalam sebuah acara pelepasan di Ruang Sidang Senat, Kampus Dramaga, Senin (20/4). Rombongan JCH IPB University tahun 2026 ini terdiri dari 20 orang dosen dan 1 orang tenaga kependidikan (tendik).
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan, dalam sambutannya mengucapkan selamat dan mendoakan para JCH dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar. Ia menekankan bahwa ibadah haji adalah misi yang sangat mulia.
“Ini adalah sebuah momentum untuk internal journey, bukan ibadah biasa-biasa saja. Beruntung sekali Bapak Ibu merupakan orang-orang pilihan Allah,” ujar Dr Alim. Rektor mendoakan agar para jemaah diberikan kelancaran, kekuatan, dan kesadaran jiwa, serta kembali dengan predikat haji mabrur.
Senada dengan Rektor, Direktur Sumber Daya Manusia IPB University, Prof Sri Suharti, menyampaikan bahwa keberangkatan haji adalah sebuah panggilan, anugerah, dan amanah yang patut disyukuri bersama.
Ia mendoakan para JCH agar senantiasa sehat dan lancar dalam menjalankan ibadah, serta berpesan untuk mempersiapkan fisik, termasuk paket obat-obatan, dari sekarang. “Perjalanan luar biasa ini selain spiritual tapi juga membutuhkan fisik yang sangat kuat,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Prof Sri Suharti juga memohon doa dari para jemaah agar IPB University yang tercinta diberikan keberkahan dan kemajuan.
Sebagai bentuk perhatian kecil IPB University kepada dosen dan tendik yang akan menunaikan ibadah haji, pada momen pelepasan dan tausiyah ini dibagikan bingkisan berisi paket obat-obatan dan produk body care sebagai persiapan menghadapi kondisi iklim Tanah Suci yang cukup ekstrem.
Sementara itu, Ustaz Dr Salahuddin El Ayyubi, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan pengalaman yang luar biasa. Ia berpesan agar terutama meluruskan niat (lillahi ta’ala) dan memurnikan niat hanya karena Allah, karena niat lain dapat mengotori dan mengurangi ibadah.
Ustaz Salahuddin turut menyoroti tantangan haji di masa kini, salah satunya terkait status, dan menekankan pentingnya memelihara sifat rendah hati. Ia juga berpesan agar para jemaah fokus memperbanyak ibadah.
“Mudah-mudahan mabrur menjadi pribadi lebih baik, lisan lebih terjaga,” pesannya. Ia menutup tausiyah dengan mengajak para calon jemaah untuk memperbanyak tobat, mengingat sebaik-baiknya bekal adalah takwa. (dh)
