Ditmawa dan Pembina Ormawa se-IPB University Komitmen Wujudkan Ormawa Resilien dan Berdampak
Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) IPB University menggelar Rapat Bersama Pembina Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) IPB 2026. Pertemuan ini menjadi langkah strategis institusi untuk menyamakan visi dan memperkuat pendampingan bagi 200 ormawa yang telah resmi dikukuhkan pada 9 Februari lalu. Mengusung semangat “Student First! Trust, Respect, Responsibility“, rapat ini menyoroti pentingnya peran pembina dalam mencetak pemimpin masa depan.
Direktur Kemahasiswaan IPB University, Dr Akhmad Arifin Hadi dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pembina sebagai katalisator kemajuan mahasiswa di tengah dinamika kampus yang terus berkembang. Dinamika ormawa saat ini, sebutnya, membutuhkan pendekatan yang lebih kreatif
“Pembina ormawa bukan sekadar figur pengawas, melainkan mentor yang harus turun tangan memotivasi mahasiswa agar program kerja yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Selanjutnya, Asisten Direktur Pembinaan Karakter, Ormawa, dan Olahraga dan Kesenian Mahasiswa, Muh Faturokhman, SPt, MSi, memerinci mengenai teknis pembinaan. Ia mengingatkan bahwa pembina, baik dari unsur dosen maupun tenaga kependidikan (tendik) memiliki tugas untuk mengarahkan, melakukan evaluasi berkala, serta berperan sebagai kurator substansi dan teknis program ormawa.
Sebagai bentuk apresiasi kampus, ia juga menegaskan bahwa institusi menjamin hak-hak administratif para pembina dengan menjamin pencatatan otomatis oleh SIM Ormawa yang terintegrasi dengan Beban Kinerja Dosen (BKD).
“Dengan demikian, pembina bisa lebih fokus dalam mendorong kegiatan mahasiswa yang mendorong SDGs dan berorientasi pada global engagement sesuai arahan Rektor,” tuturnya.
Melengkapi pemaparan teknis, Hazel Tsaqif Kalqaili Zaen, menjelaskan langkah-langkah konkret untuk memfasilitasi kebutuhan administrasi dan pengembangan organisasi mahasiswa.
“Tahun ini, kami berfokus pada penyelesaian akar masalah kelembagaan. Melalui optimalisasi platform SIM Ormawa, kami ingin memangkas proses birokrasi persuratan dan keuangan yang sebelumnya dirasa rumit oleh rekan-rekan mahasiswa,” ungkapnya.
Selain itu, ia menambahkan, Ditmawa juga telah menyiapkan skema ekosistem inkubasi ormawa secara terstruktur, mulai dari Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) hingga Leadership School, didukung dengan pendanaan seperti Hibah Kompetitif dan Hibah Non-Kompetitif untuk mengakselerasi inovasi kegiatan mahasiswa,” jelas Hazel.
Pertemuan ini diharapkan dapat menyelesaikan berbagai tantangan ormawa. Sinergi yang kuat ini menjadi landasan penting bagi IPB University dalam mendidik mahasiswa untuk berpola pikir global dan mendukung green sustainability. (*/Rz)
