Guru Besar IPB University Luruskan Mitos Tempe Picu Gangguan Hormon Pria

Guru Besar IPB University Luruskan Mitos Tempe Picu Gangguan Hormon Pria

guru-besar-ipb-university-luruskan-mitos-tempe-picu-gangguan-hormon-pria.jpg
Ilustrasi (freepik)
Riset dan Kepakaran

Isu mengenai bahaya konsumsi tempe bagi pria kembali jadi bahan perbincangan masyarakat. Kekhawatiran ini muncul akibat kandungan fitoestrogen pada kedelai yang dianggap dapat mengganggu keseimbangan hormon pria. 

Melalui IPB Pedia yang tayang di kanal YouTube IPB TV, Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Prof Ahmad Sulaeman, menjelaskan bahwa senyawa dalam tempe memang memiliki struktur kimia yang mirip hormon estrogen, tetapi tidak memiliki fungsi yang sama di dalam tubuh manusia.

“Sebetulnya itu senyawa yang rumus kimianya mirip estrogen, tetapi tidak sama. Senyawa isoflavon seperti daidzein dan genistein strukturnya memang mirip, tetapi tidak otomatis memiliki fungsi seperti estrogen,” ujarnya.

Menurutnya, kesalahpahaman sering muncul karena masyarakat hanya melihat kemiripan nama atau struktur senyawa tanpa memahami mekanisme biologisnya. Ia menegaskan bahwa fitoestrogen dari tumbuhan tidak bekerja seperti hormon estrogen pada manusia.

Fermentasi Justru Membuat Tempe Lebih Aman
Prof Ahmad menjelaskan bahwa kadar fitoestrogen dalam tempe bahkan lebih rendah dibandingkan produk olahan kedelai lain seperti susu kedelai atau suplemen berbasis kedelai. Proses fermentasi pada tempe membantu memecah senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna tubuh.

Selain itu, tempe mengandung protein tinggi, vitamin B12 hasil fermentasi, zat besi, serta serat yang berperan penting bagi kesehatan pencernaan dan metabolisme tubuh.

“Tidak ada batasan khusus karena ini bukan food additive. Konsumsinya mengikuti angka kecukupan gizi saja, sesuai kebutuhan protein masing-masing,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tempe menjadi pilihan pangan yang sangat baik bagi vegetarian dan vegan karena mengandung vitamin B12 yang umumnya hanya ditemukan pada pangan hewani.

Aman Dikonsumsi dengan Porsi Wajar
Prof Ahmad menegaskan bahwa tempe tidak berbahaya bagi pria. Justru, kandungan gizinya menjadikan tempe sebagai pangan sehat yang dapat dikonsumsi semua kalangan selama diolah dengan cara yang tepat dan dikonsumsi dalam jumlah wajar.

“Tempe tidak berbahaya bagi pria. Justru dengan kandungan protein dan gizinya yang lengkap, tempe merupakan pilihan pangan sehat yang dapat dikonsumsi semua kalangan,” ujarnya. (Fj)