Butuh Berapa Banyak Sayur untuk Penuhi Kebutuhan Serat Harian? Ini Rekomendasi Ahli Gizi IPB University
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan. Serat berguna untuk mengendalikan lemak dan kolesterol, serta mendukung kehidupan bakteri baik di dalam tubuh. Pertanyaannya, berapa kebutuhan serat harian pada umumnya?
Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof Hardinsyah, dalam IPB Podcast yang tayang di YouTube IPB TV menjelaskan, kebutuhan serat harian orang dewasa umumnya sekitar 25 gram per hari.
Menurutnya, rekomendasi konsumsi serat didasarkan pada kebutuhan energi. “Kalau langsung dijawab itu 25 gram sehari. Dalam rumusnya, per 1.000 kilokalori energi diperlukan 13 gram serat,” kata dia. Dengan kebutuhan energi rata-rata 2.000 kilokalori per hari, kebutuhan serat orang dewasa berada di kisaran 25–26 gram.
Untuk kelompok usia tertentu, kebutuhan serat berbeda. Anak-anak membutuhkan serat lebih rendah dibanding orang dewasa, sementara pada lansia kebutuhan serat menurun seiring berkurangnya kebutuhan energi. “Kalau lansia di atas 70 tahun, kebutuhannya bisa sekitar 20 gram per hari,” ujar Prof Hardinsyah.
Serat berfungsi sebagai “makanan” bagi mikroba baik di saluran pencernaan. “Salah satu manfaatnya untuk melancarkan proses pencernaan kita, terutama untuk melancarkan bagian akhirnya. Kasarnya, BAB jadi lancar,” ujarnya. Selain itu, serat juga berperan dalam mengendalikan lemak dan kolesterol tubuh.
Kebutuhan serat dapat dipenuhi melalui konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, serta sumber karbohidrat berserat. Hal tersebut dapat dicapai dengan pola makan sederhana, seperti mengonsumsi dua mangkuk sayur per hari, dua porsi buah, setengah hingga satu mangkuk kacang-kacangan.
Selain itu, jangan hanya mengandalkan nasi putih sebagai sumber karbohidrat. “Kita bisa selingi dengan jagung atau umbi-umbian, seperti ubi jalar,” ujarnya.
Ia juga memaparkan tanda-tanda kekurangan serat, antara lain rendahnya konsumsi sayur, buah, dan kacang-kacangan, serta gangguan buang air besar. Namun, Prof Hardinsyah mengingatkan bahwa sulit BAB tidak selalu disebabkan kekurangan serat. “Bisa juga karena kurang gerak atau kurang minum,” jelasnya.
Di sisi lain, konsumsi serat berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping. “Kalau sudah dua kali lipat, misalnya sampai 50 gram, biasanya tidak nyaman di lambung dan sering buang angin,” katanya. Selain itu, asupan serat yang terlalu tinggi dapat menghambat penyerapan mineral penting seperti zat besi, zinc, dan kalsium.
Menutup perbincangan, Prof Hardinsyah mengingatkan pentingnya keseimbangan. “Serat sangat dibutuhkan untuk hidup sehat karena bisa mengelola lemak, kolesterol, dan mendukung bakteri baik usus. Tapi kalau berlebihan juga tidak baik,” katanya.
Ia menganjurkan pola makan seimbang dengan dua mangkuk sayur, dua porsi buah, setengah mangkuk kacang-kacangan, serta variasi sumber karbohidrat agar kebutuhan serat terpenuhi secara optimal. (Fj)
