Menteri PPN/Kepala Bappenas Tinjau Program Sapi Perah di IPB University
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof Rachmat Pambudy, meninjau langsung pengembangan program Sapi Perah di Kampus IPB University, Bogor pada Selasa (15/7).
Program ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam mendorong swasembada protein hewani berbasis inovasi genetik peternakan.
Rektor IPB University, Prof Arif Satria menyambut langsung kunjungan tersebut. Kunjungan hari ini dilakukan ke kandang closed house sapi perah di Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan (Fapet).
Prof Arif menjelaskan, program Sapi Perah merupakan bagian dari kontribusi nyata IPB University dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.
“Program ini adalah ikhtiar kita untuk menghasilkan banyak varietas unggul melalui pendekatan ilmiah dan teknologi. Ini perlu terus disinergikan dengan berbagai pihak agar bisa dikenalkan lebih luas. Kita berharap hadirnya suasana berdaulat daging, berdaulat susu, dan berdaulat protein hewani lainnya,” ujar Prof Arif.
Sapi Perah dikembangkan oleh IPB University bersama PT Moosa Genetika Farmindo. Inovasi ini fokus pada peningkatan kualitas genetik sapi perah melalui teknologi genomik (DNA), untuk menciptakan bibit unggul yang adaptif terhadap iklim tropis, produktif, dan sesuai dengan kebutuhan nasional.
IPB University juga tengah memperkuat ekosistem inovasi peternakan melalui pengembangan Jonggol Innovation Valley. Kawasan ini disiapkan sebagai pusat integrasi teknologi pertanian dan peternakan, dilengkapi dengan fasilitas pabrik pengolahan sawit, minyak goreng, pakan ternak, lahan buah, dan peternakan domba dan sapi.
“Jonggol Innovation Valley akan menjadi pusat peternakan untuk pengembangan berbagai varietas unggul. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Bappenas dan menyepakati sejumlah poin penting, termasuk Jonggol sebagai salah satu lokus utama,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Bappenas, Prof Rachmat Pambudy menyampaikan apresiasinya atas inisiatif IPB University. Ia menekankan pentingnya perluasan agenda swasembada pangan menuju swasembada protein.
“Setelah kita berhasil mengatasi persoalan karbohidrat, sekarang waktunya kita mengatasi persoalan protein. Kita harus menuju swasembada protein, dan hari ini saya bersyukur bisa menyaksikan langsung langkah awal yang luar biasa ini,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi peternakan di IPB University telah menunjukkan kemajuan signifikan. Program ini diharapkan mampu menjadi tonggak penting dalam membangun ketahanan pangan Indonesia berbasis inovasi dan kemandirian.
“Program ini luar biasa, meski non-pemerintah dan non-APBN, tapi dikawal oleh Bappenas,” ucapnya. (*/Rz)

