Direktorat Sumber Daya Manusia IPB University Raih Penghargaan Terbaik Pertama dengan Pengajuan Gaji Cepat dan Akurat

Direktorat Sumber Daya Manusia IPB University Raih Penghargaan Terbaik Pertama dengan Pengajuan Gaji Cepat dan Akurat

Direktorat Sumber Daya Manusia IPB University Raih Penghargaan Terbaik Pertama dengan Pengajuan Gaji Cepat dan Akurat
Prestasi

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) IPB University diberikan penghargaan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bogor sebagai Terbaik Pertama satuan kerja (satker) yang mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) gaji secara cepat dan akurat dengan kategori satker yang mengelola gaji pegawai diatas 200 pegawai. Penghargaan langsung diberikan oleh Kepala KPPN Bogor, Astriyani.

Direktur Direktorat SDM IPB University, Dr Heti Mulyati mengucapkan rasa syukur dan bangga atas penghargaan yang telah diberikan oleh KPPN Bogor. “Tolok ukur dalam penghargaan tersebut yaitu kecepatan, ketepatan waktu dan proses juga kebenaran akurasi data yang berhubungan dengan uang untuk di transfer ke rekening gaji pegawai,” ujarnya.

Lanjutnya, penilaian tersebut bersumber dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang membawahi KPPN Bogor sehingga penghargaan tersebut ditarik dan ditentukan berdasarkan wilayah.

“Banyaknya pegawai di IPB University merupakan salah satu paling besar di KPPN Bogor dengan jumlah 2063 pegawai aktif. KPPN memilah berdasarkan jumlah pegawai dan dan akhirnya kami bisa masuk kriteria mereka dengan pegawai diatas 200 juga dengan ketepatan, kecepatan dan akurasinya hingga kami bisa mendapat peringkat pertama,” tutur Dr Heti.

Ia mengatakan bahwa sebenarnya tidak pernah mengharapkan penghargaan apapun yang terpenting mereka bekerja berdasarkan intuisi dan melaksanakan tugas sesuai dengan aturan.

“Kami berkomitmen karena pelayanan kami menjadi toluk ukur. Kami Juga selalu siap dengan perubahan regulasi terkait dengan gaji pegawai dengan tidak memikirkan penghargaan karena pekerjaan tersebut merupakan rutinitas kami. Kami memiliki tagline solid yang artinya kami tidak bisa bekerja sendiri dan harus saling mendukung, berkoordinasi dan komunikasi yang harus tetap dijaga,” ungkap Dr Heti.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bonus, ia tidak menyangka, mendapatkan penghargaan ini karena memang sudah terbiasa dengan tugas sehari yang merupakan tanggung jawabnya.

“Dengan adanya penghargaan ini akan kami jadikan tolak ukur dalam menjalankan tugas. Mudah mudahan dengan adanya penghargaan ini kami bisa semakin solid, diberikan kesehatan untuk mengemban amanah ini dengan lebih baik,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, penghargaan tersebut juga merupakan support dari unit lain di IPB University. “Gaji pegawai yang sudah menjadi tanggung jawab kami harus bisa terbayarkan apapun risikonya. JIka memang ada kompetisi seperti ini lagi saya berharap prestasi ini juga bisa mengingkat pada taraf nasional,” tutur Dr Heti. (Lp)