Departemen MSP IPB University Gelar International Competition on Blue Carbon Calculator

Departemen MSP IPB University Gelar International Competition on Blue Carbon Calculator

Departemen MSP IPB University Gelar International Competition on Blue Carbon Calculator
Berita

Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University menjadi tuan rumah International Competition on Blue Carbon Counting in Mangrove Ecosystem yang diselenggarakan secara hybrid di Hotel Sahira Bogor dan Zoom Meeting (4/12).

Kompetisi tingkat internasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Terdapat enam tim yang berhasil melaju ke babak final, yaitu Carbove (Institut Teknologi Bandung/ITB), Mercator (ITB), Carpenter (IPB University), Capme (IPB University), Macaca (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa/Untirta) dan Computer Science UNC (Universitas Nusa Cendana/UNC).

Kompetisi internasional ini merupakan bagian dari kegiatan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). Departemen MSP IPB University berhasil mendapatkan hibah PKKM tahun 2023 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan mengusung tema ‘Blue Carbon’.

Dalam pidatonya, Prof Hefni Effendi, Ketua Departemen MSP IPB University menyampaikan perhitungan blue carbon di laut belum berkembang sebaik perhitungan jejak karbon di ekosistem terestrial. Oleh karena itu, diperlukan suatu landasan berupa prinsip tentang perhitungan blue carbon dan formula perhitungannya.

“Hal inilah yang melatarbelakangi diadakannya International Competition on Blue Carbon Calculator, yaitu sebagai ajang kreativitas mahasiswa dalam mengkreasi produk perhitungan blue carbon pada ekosistem mangrove,” jelasnya.

Dekan FPIK IPB University, Prof Fredinan Yulianda turut menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi pada kompetisi internasional di bidang blue carbon ini. Sejumlah perguruan tinggi tersebut meliputi IPB University, ITB, Untirta, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, UNC dan Universitas Diponegoro.

“Kreativitas mahasiswa menjadi bukti kepedulian generasi muda pada ekosistem pesisir dan lautan,” tandasnya.

Dalam kompetisi ini, masing-masing tim membuat produk berupa carbon calculator dalam bentuk aplikasi, website, script dan lain-lain. Setiap tim mengikuti tahapan presentasi, demo produk serta wawancara. Dewan juri yang terlibat adalah Prof Mennofatria Boer, Prof Hefni Effendi dan Dr. Majariana Krisanti.

“Kompetisi sangat ketat dan sengit karena kualitas produk yang sangat bagus, bermanfaat bagi users serta memiliki keunggulan masing-masing. It’s beyond our expectations,” ujar salah satu juri.

Selain kualitas produk, kekompakan tim dan kemampuan berargumen dalam bahasa Inggris juga menjadi komponen penilaian. Semua juri sepakat bahwa kreasi mahasiswa berupa carbon calculator ini berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi startup yang bergerak di bidang carbon trading.

Pada kompetisi tersebut, Carbove Team (Information and System Technology, ITB) dan Mercator Team (Informatic Engineering, ITB) berhasil meraih Gold dan Silver Medals. Sementara Carpenter Team (Aquatic Resources Management/MSP, IPB University) meraih Bronze Medal.

Pemenang tiga kategori tambahan, yaitu Promising Team diraih oleh Macaca Team (Fisheries Science Untirta), Encouraging Team oleh Capme Team (Aquatic Resources Management/MSP, IPB University) dan Eagerness Team oleh Computer Science (Nusa Cendana University).

Saat ini, Program Studi S1 MSP IPB University juga telah berhasil meraih akreditasi internasional ASIIN. Ajang kompetisi internasional ini dapat mengakselerasi performa program studi, serta memotivasi mahasiswa untuk terus berkarya dan berprestasi di kancah global.