IPB University Jadi Host ASEAN Higher Education Conference, Rektor: Inovasi Kunci Pembangunan Nasional
IPB University dipercaya menjadi host ASEAN Higher Education Conference (AHEC) 2023 Webinar #9 Food Security and Sovereignty, (2/8). Pada momen itu, Rektor IPB University sebagai salah satu narasumber menyatakan bahwa inovasi merupakan kunci pembangunan nasional.
“IPB University sangat percaya bahwa inovasi adalah kunci pembangunan nasional. IPB University akan terus berkolaborasi untuk mengembangkan keilmuan dan pendidikan di Indonesia. Tidak hanya pada aspek pertanian, tetapi juga mengglobal pada bidang pengetahuan lainnya,” ucapnya.
Ia menerangkan, saat ini IPB University memiliki Science Techno Park (STP), sebuah kawasan untuk hilirisasi inovasi. “Sebanyak 35 persen inovasi IPB University telah masuk tingkat hilirisasi. Sebagian telah masuk industri dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sementara sebagian lainnya dikembangkan IPB University,” tambahnya.
Selain itu, sebut Prof Arif, terdapat Agribusiness and Technology Park (ATP) yang berfungsi sebagai tempat bisnis dan inovasi dengan merangkul petani sekitar kampus. Produk pertanian yang dihasilkan di ATP akan didistribusikan ke berbagai marketplace di Jabodetabek. Dengan demikian, para petani bisa memiliki keuntungan yang maksimal.
“Saat ini produk kami sudah dipasarkan ke 54 supermarket yang ada di Jabodetabek. Hal tersebut menunjukkan bahwa universitas bisa memberdayakan dan merangkul masyarakat, khususnya petani untuk ikut serta mengembangkan bisnis dan inovasi,” ujarnya.
Di samping itu, IPB University juga memiliki Serambi Botani. Outlet ini merupakan bagian dari lokomotif bisnis yang mampu mengakomodir seluruh kegiatan bisnis di area hulu secara terpadu dan berkesinambungan, terutama pada hasil-hasil riset yang ditujukan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang nyata bagi civitas akademika.
“Serambi Botani menjadi gerai pelopor yang menyediakan produk-produk lokal berkonsep alami dan sehat bagi masyarakat. Dapat dipastikan bahwa produk yang tersedia di gerai Serambi Botani adalah dari produk-produk alami, higienis dan bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya bagi tubuh,” ucap Prof Arif.
AHEC merupakan konferensi internasional yang menjadi wadah pertukaran gagasan antara rektor, dosen serta perwakilan pemerintah dan industri dari negara-negara di Asia Tenggara/ASEAN. Konferensi ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah strategis kolaboratif terkait peran perguruan tinggi di antara negara-negara ASEAN.
"AHEC memiliki peran penting dalam mengatasi masalah global, termasuk masalah umum, tujuan bersama, berbagi sumber daya dan kemitraan. Melalui hal ini, akan tercipta transformasi dan keberlanjutan dalam menciptakan sistem pangan masa depan yang lebih baik,” tandas Prof Arif. (Ns/Rz)
