Ini Dia Inovasi Robot Bawah Laut Departemen ITK IPB University
IPB University memiliki segudang inovasi yang dikembangkan untuk kemajuan agromaritim. Salah satunya pengembangan inovasi robot bawah laut yang disebut autonomous underwater vehicle (AUV) dan remote operating vehicle (ROV) oleh Laboratorium Instrumentasi dan Robotika Kelautan, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).
Beberapa waktu lalu, ROV dan AUV bernama Nusantara-ROV dan Nusantara-AUV generasi ke-5 diuji performanya di Balai Sea Farming, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut (PKSPL) IPB University. Kedua robot tersebut difungsikan untuk melakukan pemantauan tutupan teritip, sejenis hewan laut di jaring keramba.
Selain itu, IPB University juga mengembangkan robot bawah laut untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi laut Indonesia yang semakin dibutuhkan. Terlebih karena kondisi perairan Indonesia sulit diakses menggunakan kapal riset.
Robot bawah laut digunakan untuk mengamati objek atau proses yang terjadi di dasar perairan. Layaknya drone, AUV dioperasikan tanpa kabel. Robot ini diprogram untuk melakukan misi seperti inspeksi kabel bawah laut, monitoring terumbu karang, hingga riset arkeologi kelautan. Biasanya AUV mengandalkan sensor dan manipulator, bahkan dikembangkan dengan kecerdasan buatan sehingga dapat bergerak sesuai tujuan dari pemrograman yang dibuat.
Salah satu inovasi IPB University adalah Robot Jelajah Bawah Air (RJ-45) hasil karya Prof Indra Jaya, peneliti dan dosen FPIK IPB University. Robot ini dapat menjelajah hingga kedalaman 45 meter atau masuk kategori laut dangkal. Pengembangan RJ-45 tersebut merupakan kolaborasi antara Suku Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Robot ini dirancang untuk memantau kondisi bawah air, khususnya dalam penempatan objek bawah air, misalnya rumah ikan atau rumpon bawah air.
Tak hanya dosen, mahasiswa IPB University juga pernah menciptakan robot bawah laut dan ikut dikompetisikan. Misalnya Nusantara 3-AUV (N3-AUV) yang berhasil menyabet juara dua kompetisi AUV di Singapura. Pengembangan prototipe robot bawah laut ini dapat menjadi harapan besar dalam pengembangan teknologi, khususnya dalam aspek eksplorasi dunia bawah laut.
Penambahan fasilitas untuk mendukung kegiatan penelitian dan inovasi robot bawah laut bagi warga IPB University juga telah dibangun. Beberapa waktu lalu, Rektor IPB University, Prof Arif Satria telah meresmikan Aquatic Center sebagai kolam pendidikan di Kampus Dramaga, Bogor. (MW)
