Dalam Pertemuan di Vietnam, PKSPL IPB University Ditunjuk Menjadi Host Secretariat PEMSEA Network Learning Centre
Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut (PKSPL) IPB University menandatangani Memorandum of Agreement (MoA). Dalam perjanjian itu, PKSPL IPB University didaulat sebagai Sekretariat Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network Learning Center (PNLC) pada acara 15th East Asian Seas Partnership Council Meeting di Hanoi, Vietnam.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari perwujudan komitmen Rektor IPB University, Prof Arif Satria dengan Executive Director PEMSEA, Aimee Gonzales, MSc pada September 2022 yang lalu, bahwa IPB University menjadi pusat sekretariat pembelajaran pengelolaan pesisir terpadu atau integrated coastal management (ICM) di Asia Timur.
MoA ini ditandatangani oleh Prof Yonvitner sebagai Presiden PNLC sekaligus Kepala PKSPL IPB University dan Aimee Gonzales, MSc sebagai Executive Director PEMSEA Resource Facility (PRF). Penandatangan turut disaksikan oleh Dr Vann Monyneath, Chair East Asian Seas Partnership Council (EASPC), Prof Qinhua Fang, Wakil Presiden PNLC dan Sigit Reliantoro, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI sebagai Principal Focal Point PEMSEA Indonesia.
Sebelum penandatangan MoA, telah dilaksanakan Executive Committee (EC) meeting yang dipimpin oleh Prof Yonvitner dengan sejumlah agenda. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Nancy Bermas selaku Regional Project Manager PEMSEA Resource Facility.
PKSPL IPB University sebagai Host Secretariat PNLC ditetapkan dari hasil polling dari 18 anggota PNLC dan juga sebagai tindak lanjut dari penunjukan Prof Yonvitner sebagai Presiden PNLC. PKSPL IPB University kemudian menindaklanjuti dengan mempersiapkan sekretariat PNLC di Bogor.
“Penunjukan PKSPL IPB University ini merupakan sebuah langkah penting dalam memperkuat internasionalisasi IPB University. Internasionalisasi yang sudah dimulai dengan upaya mobilitas dosen dan mahasiswa untuk berkiprah pada level internasional, juga diteruskan dengan penguatan kapasitas kelembagaan pada level internasional,” ungkap Prof Yonvitner.
Selain itu, sebut dia, penetapan PKSPL IPB University sebagai hosting dari pusat pembelajaran pesisir dan laut untuk Asia Timur memberikan makna kepercayaan terhadap kiprah kelembagaan di IPB University yang diterima secara global oleh berbagai pihak. Hal itu juga menunjukkan konsistensi dan komitmen kuat dalam memperkuat kepakaran dan keilmuan sebagai ciri khas IPB University.
“Upaya ini menjadi peluang mendorong peran IPB University, tidak hanya sebagai pusat edukasi, tapi juga sebagai pusat ilmu pengetahuan yang menjadi rujukan internasional. Hosting PNLC Secretariat menjadikan hub bagi penguatan peran IPB University dalam berkontribusi global, terutama di kawasan Asia Timur, sehingga semua anggota PNLC menjadi partner kerja sama IPB University ke depannya,” tambah dia.
Prof Yonvitner menyatakan, dengan penetapan sebagai Host Secretariat PNLC ini, PKSPL IPB University mempunyai kesempatan lebih luas dalam mengembangkan keilmuan yang menjadi rujukan bagi berbagai lembaga dan institusi di Indonesia. (*/Rz)
