Selamatkan Balita dari Masalah Gizi, Mahasiswa IPB University Dampingi Para Ibu Buat MPASI dari Olahan Sederhana

Selamatkan Balita dari Masalah Gizi, Mahasiswa IPB University Dampingi Para Ibu Buat MPASI dari Olahan Sederhana

selamatkan-balita-dari-masalah-gizi-mahasiswa-ipb-university-dampingi-para-ibu-buat-mpasi-dari-olahan-sederhana-news
Berita

Dalam usaha pengendalian masalah gizi pada balita, keterlibatan para akademisi menjadi sangat penting. Untuk itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University merancang sebuah program inovatif berupa pelatihan pembuatan aneka olahan makanan pendamping ASI (MPASI).

“Sebesar 60 persen pemberian makan di Indonesia masih belum tepat, terutama pada anak. Bahkan, dua dari tiga kematian pada balita disebabkan oleh pemberian makanan pada bayi yang salah. Kondisi ini melatarbelakangi kami untuk mengadakan edukasi terkait MPASI,” ujar Azzahra selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN-T Inovasi IPB University.

Ia mengatakan, aneka olahan MPASI dibuat dengan menggunakan bahan sederhana nan kaya nutrisi. MPASI diperlukan karena bayi membutuhkan tambahan energi, protein dan zat besi. Peningkatan kebutuhan seiring bertambahnya usia bayi tidak bisa diperoleh dengan hanya mengonsumsi ASI. 

Lebih jauh, program pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada kelompok anak usia 0-24 bulan. Usia tersebut merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat hingga disebut sebagai ‘masa emas’ atau ‘window of opportunity’.

Peserta menunjukkan tingkat antusiasme yang sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan, dibuktikan dengan kehadiran seluruh peserta selama kegiatan. Hal ini disebabkan karena kegiatan ini dirancang dengan menyediakan media edukasi yang menarik, berupa leaflet dan berbagai doorprize yang dapat didapatkan dengan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan ibu-ibu kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang yang menyasar para ibu hamil dan ibu yang memiliki anak di bawah dua tahun. 

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan peran masyarakat dengan memberikan pendidikan tentang gizi balita secara akurat dan tepat. Hal itu guna meningkatkan kualitas asuhan para ibu dan balita, serta memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi,” tutur Azzahra. 

Ia berharap, melalui kegiatan ini dapat tercipta perubahan perilaku masyarakat yang mencerminkan kesadaran gizi yang tinggi dalam keluarga. (*/Rz)