Mahasiswa IPB University Kenalkan POC dan Pakan Silase, Peternak Desa Gumingsir Tak Perlu Lagi Mengarit Tiap Hari

Mahasiswa IPB University Kenalkan POC dan Pakan Silase, Peternak Desa Gumingsir Tak Perlu Lagi Mengarit Tiap Hari

mahasiswa-ipb-university-kenalkan-poc-dan-pakan-silase-peternak-desa-gumingsir-tak-perlu-lagi-mengarit-tiap-hari-news
Berita

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University mengenalkan dan mendemonstrasikan cara pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pakan silase kepada para peternak di Dusun Kalikidang, Desa Gumingsir, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dusun Kalikidang, peternak setempat dan warga desa lainnya.

“Program kerja ini ditujukan sebagai penanganan terhadap permasalahan desa mengenai pengelolaan limbah ternak dan kurangnya unsur hara pada tanah setempat, sehingga tanaman yang ditumbuhkan kurang subur. Oleh karena itu, kegiatan ini untuk memberikan wawasan baru terhadap peternak akan pemanfaatan sumber daya lokal untuk mengembangkan inovasi guna menangani permasalahan yang sedang terjadi,” kata koordinator desa, Fahmi Maulana.

Fahmi dan Alfian Muhammad Firdaus, keduanya dari Fakultas Peternakan, mendemonstrasikan mengenai POC yang berasal dari limbah peternakan, yaitu feses kambing ataupun domba. Produk ini diharapkan mampu menjadi solusi terhadap kurangnya pupuk di desa ini untuk bercocok tanam dan membantu meningkatkan kesuburan tanaman. 

“Banyaknya peternak kambing dan domba di desa ini pun menjadi salah satu potensi untuk mengembangkan POC. Bahan-bahan seperti feses kambing, EM4 dan molases atau tetes tebu sebagai alternatifnya mudah didapatkan di desa ini sehingga para peternak mudah mengaplikasikannya kelak dalam rangka membantu menambah sumber daya ekonomi bagi masyarakat Gumingsir dan membuka lapangan kerja baru pada bidang pertanian,” ujar Fahmi Maulana.

“Kami butuh pakan yang diarit sekali untuk seminggu,” ungkap para peternak Desa Gumingsir. 

“Mengarit hijauan cukup memakan waktu apabila dilakukan setiap hari, sehingga kami butuh cara lain supaya tidak perlu mengarit setiap hari. Pekerjaan utama kami di sini adalah petani salak, jadi saya berharap tidak menghabiskan waktu untuk ternak,” sambung Juli Hermawan, salah satu peternak. 

Dengan latar belakang tersebut, tim KKN-T Inovasi IPB University mengadakan pula sosialisasi dan demonstrasi mengenai pakan silase, yaitu fermentasi pakan untuk mengawetkan pakan hijauan. Pakan hijauan yang diawetkan akan bertahan selama maksimal 8 bulan dalam masa simpannya. Kegiatan ini dilakukan oleh Yasminnisa Adisty dan Edi Kalvin Donta Perangin-angin dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. 

“Bahan-bahan yang diperlukan pun hampir sama dengan pembuatan POC, sehingga akan mudah diaplikasikan dan akan mempermudah para peternak untuk mempersiapkan pakan. Dari kegiatan ini saja, akan mampu mencukupi kebutuhan ternak selama satu minggu dengan lamanya proses silase 1-2 minggu,” tutup Yasminnisa.

Palal, Kepala Dusun Kalikidang mengapresiasi program yang digagas oleh mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University. “Dengan adanya kegiatan ini sangat membantu para warga, khususnya peternak setempat, serta menjadi wawasan baru bagi kami dalam mengolah limbah ternak dan memelihara ternak. Warga desa tidak perlu bersusah payah untuk mengarit setiap hari dan sekarang memahami manfaat dari feses ternak tersebut,” ungkap dia.

Usai acara, mahasiswa IPB University menyerahkan alat dan bahan pembuatan POC dan silase kepada para peternak untuk dilanjutkan pengaplikasiannya kelak. Selain itu, diberikan leaflet untuk dijadikan referensi pembuatan POC dan silase bagi peternak di Desa Gumingsir. (*/Rz