Kepala TNC IPB University: Gotong Royong dan 4C Kunci Petani Lawan Serangan Penggerek Batang Padi
Kepala Tani dan Nelayan Center (TNC) IPB University, Prof Hermanu Triwidodo mengatakan bahwa pengendalian hama terpadu perlu melakukan pendekatan 4P, yaitu penangkalan, pengekangan, pengamatan dan penekanan. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa gotong royong dapat menjadi kunci keberhasilan dalam hadapi serangan penggerek batang padi.
Hal itu diungkapkannya saat memberikan arahan dalam webinar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani: Parasitoid Penggerek Batang Padi, belum lama ini. Acara tersebut diadakan secara daring oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI kepada seluruh petani di Indonesia.
“Mengatasi serangan penggerek batang padi membutuhkan satu syarat penting, yaitu gotong royong untuk mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi. Gotong royong dapat dimulai dari petani, penyuluh, petugas pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (POPT h)ingga masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya, Prof Hermanu juga mengatakan bahwa kegiatan gotong royong dapat melibatkan siswa SD, SMP dan SMA untuk berpartisipasi. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai kegiatan sekolah yang mendekatkan para siswa kepada petani.
“Lebih penting lagi, kegiatan ini dapat mengajak siswa SD, SMP dan SMA untuk berpartisipasi dalam mencegah serangan penggerek batang padi. Bahkan dapat menjadi kegiatan sekolah,” lanjutnya.
Prof Hermanu menegaskan penting untuk bergotong royong dalam menekan serangan penggerek batang padi. Hal ini bermanfaat untuk musim tanam mendatang saat terjadinya El-Nino. Menurutnya, saat El-Nino terjadi tidak hanya penggerek batang padi kuning yang muncul, tetapi juga penggerek batang padi putih.
“Bergotong royong antara sesama akan membantu dalam menghadapi El-Nino pada musim tanam berikutnya. Saat El-Nino, penggerek batang padi kuning dan putih akan bermunculan. Penggerek batang padi putih dapat memberikan kerusakan berat terhadap tanaman padi,” jelasnya.
Penggerek batang padi putih dianggap sebagai hama utama pada pertanaman padi dan dapat menyebabkan tingkat kehilangan hasil yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh penggerek batang padi yang menyerang semua stadium pertumbuhan tanaman padi. (Chelvi/Nurma/Rz)
