Agrianita IPB University Selenggarakan Talkshow Kesehatan Mental pada Remaja
Agrianita IPB University menyelenggarakan talkshow mengenai kesehatan mental pada remaja dengan topik ‘Mengenali Gejala Dini dan Cara Mengatasi Masalah Kesehatan Mental Pada Remaja secara daring pada Kamis (15/6) dan menghadirkan narasumber dr Lahargo Kembaren, psikiater Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr H Marzoeki Mahdi Bogor. Ketua Agrianita IPB University, Retna Widayawati mengatakan bahwa talkshow ini merupakan acara pamungkas dari tujuh rangkaian kegiatan pada Festival Kartini yang dilaksanakan sejak bulan Mei lalu.
“Tema talkshow ini masih ada kaitan dengan talkshow sebelumnya mengenai tiga dosa besar di bidang pendidikan yakni kekerasan seksual, intoleransi dan perundungan. Bukan tidak mungkin masalah kesehatan mental yang terjadi pada remaja saat ini dipicu oleh ketiga hal di atas. Oleh karena itu, Agrianita IPB University berusaha terus adaptif terhadap berbagai isu dan persoalan serta terus berupaya untuk memberikan kontribusi positif kepada civitas IPB University dan masyarakat melalui program-program yang bermanfaat,” ungkapnya.
Dokter Lahargo Kembaren, narasumber pada talkshow tersebut mengatakan, sekarang ini penting sekali untuk menjaga kesehatan mental atau jiwa. Menurutnya, hal tersebut sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
“Adanya pandemi COVID-19 membuat kita terbangun, karena beberapa jurnal, survei bahkan World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa pandemi ternyata meningkatkan angka kejadian dari gangguan jiwa, terutama gangguan cemas atau depresi pada remaja,” jelasnya.
Ia melanjutkan, dari hasil survei menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja memiliki masalah kesehatan mental.
“Survei Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyebutkan, ternyata 75 persen masyarakat Indonesia mengalami masalah psikologis dan terdapat gangguan psikis ataupun mental mulai dari anak, remaja, orang dewasa sampai orang tua. Artinya, kita sebagai orang tua yang punya masalah psikologis tentunya akan berdampak bagi anak yang kita asuh pada kesehariannya,” ungkap dr Lahargo.
Ia juga menjelaskan berbagai penyebab, gejala hingga cara pulih dari masalah kejiwaan yakni dengan cara fokus pada apa yang dapat dikontrol. Hal itu mencakup pikiran, sikap dan perilaku, self love dan manajemen stres. Tak kalah penting, ia juga menyarankan untuk menghindari overthinking.
“Jika kita mengalami stres, kita identifikasi lebih dulu gejalanya. Setelah itu kita validasi, kemudian tuliskan apa yang kita rasakan atau bercerita. Jaga pola hidup sehat dan mulailah melakukan manajemen stres,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Haniel Victor Jayaputra, seorang penyintas kesehatan mental turut membagikan pengalamannya. Haniel mengatakan bahwa ia pernah mengalami halusinasi hingga akhirnya ia berobat ke psikiater. Lalu, pada tahun 2017 ia mendapatkan perundungan di sekolah hingga didiagnosa dokter mengalami bipolar.
“Saya menyadari bahwa saya bisa pulih sampai sekarang karena adanya dukungan keluarga, terutama orang tua. Saya juga ikut kelas sehat di rehabilitasi instalasi mengenai hidroponik. Sampai saat ini, ilmu tersebut bisa saya pakai untuk mendirikan usaha,” jelas Haniel. Haniel berpesan bahwa gangguan mental itu bukan segalanya, melainkan masih ada harapan bagi semua untuk bisa bangkit dan pulih seperti semula.
Talkshow ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Kartini 2023. Selain talkshow, kegiatan lain yang telah diselenggarakan antara lain Kartini Day (8-19 Mei), DWP Insight (11 Mei), Pemeriksaan Kesehatan Gratis (23-24 Mei 2023), Lomba Masak (23 Mei 2023), Pentas Seni (24 Mei 2023) dan Bazaar (23-24 Mei). (Lp/Rz)
