Wujudkan MBKM, Departemen ESL IPB University Jajaki Kerjasama dengan Kementan RI
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) bersama Resources and Environmental Economics Student Association (REESA) melakukan kegiatan ESL Visit to Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP), Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Kunjungan ini didampingi oleh Dr Kastana Sapanli sebagai Komisi Kemahasiswaan ESL IPB University yang bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa kepada program kerja pemerintah secara langsung. Kunjungan ini juga untuk membuka peluang kerjasama dalam kegiatan magang dan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) lainnya.
Dr Hermanto, Sekretaris Ditjen PSP Kementan menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pelibatan mahasiswa dalam membantu realisasi program-program yang telah direncanakan. Adanya kerjasama dengan perguruan tinggi diharapkan percepatan pembangunan pertanian yang modern dan berkelanjutan dapat tercapai.
“Pembangunan pertanian tidak terlepas dari dinamika perkembangan teknologi yang terintegrasi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dukungan inovasi dari perguruan tinggi akan sangat membantu mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penerapan smart farming atau pertanian cerdas dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas sehingga pendapatan petani akan meningkat dan mampu menjadi daya tarik generasi muda.
“Permasalahan yang sedang terjadi di Indonesia ialah mulai memudarnya semangat anak muda dalam meneruskan jejak para petani. Ini mungkin disebabkan paradigma bahwa pertanian itu jelek, kotor, gajinya kecil. Juga terkadang hasil jual pertanian itu nilainya lebih kecil dari pada harga di pasaran”, ujar Dr Hermanto.
Pada kesempatan itu, Dr Kastana menyampaikan, mahasiswa ESL IPB University siap berkolaborasi dengan program-program Kementan. “Mahasiswa kami dengan parameter pendidikan perguruan tinggi saat ini itu berbeda dengan zaman dulu. Dengan Merdeka Belajar, mahasiswa diwajibkan untuk mengambil 20 satuan kredit semester (SKS) di luar kampus,” sebutnya.
Menurutnya, sinergi kegiatan magang dan kuliah kerja nyata-tematik (KKN-T) dapat dilaksanakan bersama dengan beberapa kegiatan pengembangan petani.
“Mahasiswa ESL IPB University telah dibekali dengan keilmuan ekonomi pertanian dan sumber daya di perkuliahan disertai dengan keunggulan softskill lainnya, seperti pembuatan pupuk organik dari limbah, valuasi sumber daya alam dan analisis usaha tani yang dapat membantu petani dalam meningkatkan produksi pertanian,” tandas Dr Kastana. (*/Rz)
