Mahasiswa University British Columbia Jalani Summer Course di FEM IPB University
Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University membuka program Summer Course untuk mahasiswa University British Columbia (UBC), Kanada. Pembukaan secara resmi diselenggarakan di Ruang Rabuan Departemen Ilmu Ekonomi (3/5), diikuti oleh 12 orang mahasiswa UBC.
Pelaksana tugas (Plt) Dekan FEM IPB University, Prof Nunung Nuryartono menekankan pentingnya kegiatan ini, baik bagi mahasiswa asing maupun mahasiswa Indonesia. Dalam summer course ini, ada dua kegiatan utama, yaitu courses dan fieldtrip.
“Mahasiswa asing bisa mendapatkan pengalaman berharga tinggal di Indonesia. Sementara mahasiswa Indonesia dapat mengembangkan kemampuan bahasa Inggris mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak tahun 2014, Departemen Ilmu Ekonomi telah mengatur bagaimana mahasiswa dari UBC mendapat pengalaman tidak sekedar mengetahui tentang Indonesia. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana memahami masyarakat yang tinggal di pedesaan kemudian melakukan kegiatan ekonomi.
Pada kesempatan ini, Prof Nunung juga menjelaskan profil singkat FEM IPB University yang terdiri dari lima program studi, yaitu Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Agribisnis, Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, dan Ekonomi Syariah.
Plt Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Dr Sahara menyambung apa yang telah disampaikan Prof Nunung bahwa FEM IPB University juga memiliki 400 mahasiswa aktif di program sarjana, 72 mahasiswa aktif program pascasarjana dan 18 mahasiswa aktif program doktoral.
“Melalui summer course ini, kami berharap para peserta dapat menambah wawasan dan juga pengetahuan mereka tentang bagaimana melakukan analisis evaluasi kegiatan. Semoga program ini dapat mempererat hubungan antara UBC dan IPB University, baik dalam segi pendidikan maupun pengembangan riset,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Prof Christopher Bennett dan Prof Rick Barichello. Prof Bennett merasa momen summer course kali ini terasa begitu spesial karena beberapa alasan. Pertama, IPB telah melakukan re-branding menjadi IPB University. Kedua, kegiatan dilaksanakan selama bulan Ramadan lalu, saat mayoritas masyarakat Indonesia sedang menjalankan ibadah puasa. (Ns/Rz)
