IPB Press dan Perpusnas RI Jalin Sinergi dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat

IPB Press dan Perpusnas RI Jalin Sinergi dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat

ipb-press-dan-perpusnas-ri-jalin-sinergi-dalam-pemulihan-ekonomi-masyarakat-news
Berita

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta, (6-7/3). Rakornas bertemakan ‘Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) untuk Kesejahteraan, Solusi Cerdas Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pasca-Pandemi COVID-19’. 

Dalam sambutannya Kepala Perpusnas RI, M Syarif Bando menegaskan amanat Undang-Undang Dasar adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Esensi program TPBIS ini adalah upaya mengurangi kemiskinan masyarakat marginal melalui pendayagunaan perpustakaan umum daerah di Indonesia.

Direktur Utama IPB Press, Erick Wahyudyono menuturkan, dalam usahanya mendukung program TPBIS, pihaknya berkesempatan menjadi bagian untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan mengantarkan buku bantuan siap layan ke perpustakaan di 96 desa di 32 provinsi se-Indonesia pada akhir tahun 2022. IPB Press juga melihat secara langsung antusiasme pegiat literasi di penjuru Indonesia saat menerima bantuan buku dari Perpusnas. 

“Melihat antusias masyarakat di seluruh penjuru Indonesia, kami telah membuat berbagai program yang bertujuan menyebarkan buku-buku terbitan IPB Press sebagai salah satu corporate social responsibility kepada masyarakat, lembaga, sekolah maupun perpustakaan yang membutuhkan bahan bacaan. Program tersebut telah dilakukan sejak 2019, yaitu Program Literasi untuk Bangsa dan akan dilanjutkan pada tahun-tahun selanjutnya,” ujarnya.

Ia menyebut, hingga saat ini, IPB Press sudah menerbitkan buku cetak (International Standard Book Number/ISBN) dan buku elektronik (E-ISBN) sebanyak 3.000 judul.

Dalam kesempatan ini, IPB Press juga mempromosikan buku terbitan terbaru dengan judul Nusantaranomics karya Prof Didin S Damanhuri, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University. Menurut Erick, buku yang mengusung tema ekonomi ini diharapkan dapat membantu mengubah mindset dan perilaku masyarakat dalam memandang isu-isu ekonomi di Indonesia melalui literasi seperti yang digaungkan oleh Perpusnas.

Nusantaranomics berisi konsepsi pembangunan perekonomian berbasiskan kekayaan lokal nusantara terinspirasi dari wilayah Padang, Tegal, Madura, Solo hingga Yogyakarta. Adanya kekhasan masyarakat nusantara dalam melakukan wirausaha menginspirasi Prof Didin dalam menggagas konsepsi ekonomi nusantara. 

“IPB Press yakin bahwa adanya kerja sama antara pemerintah melalui Perpusnas sebagai penyedia media literasi dan para penerbit sebagai penyedia bahan literasi mampu terus membantu peningkatan ekonomi masyarakat dalam menghadapi pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19. Harapannya, dukungan antara Perpusnas dan penerbit saling bersinergi dan berkolaborasi dalam pemenuhan media dan bahan literasi di seluruh penjuru Indonesia,” ujar Erick.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga S Uno yang turut hadir menyampaikan, penerbitan merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019. Menurutnya, literasi diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk meningkatkan pendidikan sehingga dapat mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi kreatif dan pariwisata yang ada di Indonesia.

“Produk Domestik Bruto (PDB) di sektor ekonomi kreatif telah mencapai 7,4 persen dari total PDB nasional. Sementara pariwisata 3,6 persen. Dengan demikian, kombinasi keduanya mencapai 11 persen dengan nilai tambah ekonomi kreatif sekitar Rp 1.300 triliun,” ungkapnya. (*/Rz)