Pidato Akhir Tahun, Rektor IPB University Sampaikan Pentingnya Kebebasan Akademik

Pidato Akhir Tahun, Rektor IPB University Sampaikan Pentingnya Kebebasan Akademik

pidato-akhir-tahun-rektor-ipb-university-sampaikan-pentingnya-kebebasan-akademik-news
Berita

Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria menyampaikan pidato akhir tahun yang digelar oleh Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (GPK), Jum’at (27/12) di Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat GPK, Jakarta. Mengangkat tema Kebebasan Akademik dan Transisi Demokrasi, dalam pidatonya Prof Arif menegaskan pentingnya kebebasan akademik dalam menumbuhkan kreativitas, berpikir kritis sehingga mampu menghasilkan sumberdaya manusia (SDM) unggul.

“Kebebasan akademik adalah modal pokok bagi kampus untuk tumbuh berkembang dan menghasilkan SDM unggul. Kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik akan menjadi atmosfer krusial untuk membangun kreativitas dan berpikir kritis. Kreativitas dan berpikir kritis tersebut adalah skill yang diperlukan di era Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity  (VUCA) ini,” kata Prof Arif.

Pada era  VUCA ini, ada skill-skill yang menurut Prof Arif mesti dimiliki bila ingin Indonesia memiliki SDM unggul. Skill tersebut adalah kemampuan kolaborasi, leadership, komunikasi, berpikir kritis dan kreatif.
Prof Arif menjelaskan, SDM unggul bukan dilihat dari seberapa pintar dan tinggi nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) seseorang, namun menurutnya SDM unggul ialah mereka yang adaptif terhadap perubahan.

 Sebagaimana yang pernah disampaikan Charles Darwin bahwa spesies yang bisa bertahan bukanlah yang terkuat dan terpintar tetapi yang responsif terhadap perubahan.
“Responsif terhadap perubahan mensyaratkan sejumlah softskill seperti kemampuan belajar cepat, kelincahan, fleksibilitas dan future mindset. Perubahan hampir selalu membawa kebaruan. Menghadapi kebaruan butuh belajar cepat sehingga butuh mental sebagai pembelajar yang lincah,” ujar Prof Arif.

Tak hanya softskill tadi, menjalin kolaborasi di era penuh ketidakpastian saat ini adalah keniscayaan. Kolaborasi memungkinkan terjadinya akumulasi potensi untuk menjadi kekuatan baru. Kolaborasi yang dibangun dengan integritas, yang muncul dari kejujuran. Itulah yang menjadi ciri negara maju dengan high trust society-nya.
“Jadi menghadapi masa depan memerlukan integritas yang kuat. Dengan demikian SDM unggul dicirikan integritas yang kuat, softskill yang bagus dan hardskill yang tangguh,” terangnya.

Kreativitas dan berpikir kritis mampu dihasilkan saat terjaminnya kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik. Menurutnya, ukuran kehidupan kampus adalah rasionalitas. Sebagai lumbung rasionalitas, Prof Arif menilai kampus harus membuka kesempatan kepada siapapun di dalamnya untuk berpikir, untuk menghasilkan pemikiran baru maupun berpikir untuk merespon pemikiran lain.
“Kampus hidup karena rasionalitas tumbuh subur dan mendapat tempat terhormat. Semakin maju kampus biasanya semakin banyak alokasi waktu orang-orang di dalamnya untuk mempertukarkan pikiran-pikiran rasionalnya,” tegas Prof Arif.

Prof Arif berharap dengan kebebasan akademik ini, setiap kampus mampu mempersiapkan SDM unggul yang adaptif terhadap perubahan sehingga dapat menciptakan SDM unggul bagi kemajuan Indonesia di masa depan. (Rz/Zul)

Kata kunci: Rektor IPB, SDM unggul, kebebasan akademik