Mahasiswa IPB University Jalankan Bina Desa, Perkenalkan Budidaya Ikan Nila Nirwana
Berlandaskan ilmu yang didapat dalam dunia perkuliahan, sekira 15 orang mahasiswa perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Akuakultur (Himakua), Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK), IPB University melakukan program pembinaan budidaya ikan nila nirwana di Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hibah Bina Desa (PHBD) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
“Kami diberikan tenggat waktu selama satu tahun dari Maret 2018 hingga Maret 2019 untuk menjalankan program. Kegiatan kami memiliki empat pilar yakni pembenihan ikan nila nirwana untuk kelompok tani, Kelompok Remaja Tani (Karet), Kelompok Wanita Tani (Kawat) dan kultur pakan alami,” ujar Rafi Kemal, Ketua Himpunan Mahasiswa Akuakultur 2018/2019.
Pembinaan pembenihan ikan nila nirwana untuk kelompok tani menjadi program utama. Dalam proses pembinaan, kelompok-kelompok tani Desa Sukadamai diberikan edukasi bagaimana melakukan pembenihan induk ikan nila nirwana yang baik. Selepas benih berhasil didapatkan, benih akan dipasarkan kepada mitra yang telah diajak untuk bekerjasama dan hasil penjualan menjadi penghasilan untuk kelompok tani tersebut. Pemantauan dan kontrol program terus dilakukan Kemal dan kawan-kawan dengan durasi minimal satu minggu sekali.
“Dalam program ini, kita bantu mewujudkan keinginan masyarakat, karena mereka benar-benar menginginkan perikanan menjadi salah satu pondasi mata pencaharian. Biasanya di sini perikanan masih sekedar hobi, padahal dapat menjadi mata pencaharian utama. Kita hadir untuk bantu dan mengedukasi mereka,” ujar Kemal.
Kemal menambahkan bahwa program yang dijalankan tidak hanya berfokus di hulu, namun juga merambah sektor hilir. Penyediaan induk dan pembenihan menjadi sektor hulu, sedangkan pemasaran dan pemanfaatan benih menjadi sektor hilir. “Selain pembenihan, kita juga ada program kultur pakan alami. Pakan alami ini selain digunakan untuk sendiri, dapat dijual di pasar atau kepada pembudidaya ikan lainnya,” ujar Kemal.
Program lainnya ialah Karet. Program ini mengajak remaja Desa Sukadamai untuk ikut membudidayakan ikan hias dengan mengambil komoditas ikan cupang. Kemal menuturkan bahwa ikan hias memiliki potensi untuk berkembang di masa depan.
Kemudian program lainnya ialah Kawat. Wanita-wanita tani diajarkan untuk memanfaatkan benih-benih ikan nila nirwana yang tidak unggul atau tidak lulus sortir karena tidak semua benih-benih yang dihasilkan menjadi benih unggulan.
“Kami berpikir akan disayangkan apabila benih tersebut tidak dimanfaatkan, maka kami akan berikan arahan kepada para kelompok wanita tani untuk memanfaatkan benih tersebut. Contohnya dapat digoreng dan jual, hingga menjadi tambahan penghasilan bagi mereka,” ujar Kemal.
Menurut Kemal, menjalankan program pembinaan tersebut bukan tanpa tantangan. Desa Sukadamai belum memiliki kelompok tani resmi sehingga di awal kegiatan cukup sulit guna mengumpulkan kelompok-kelompok tani yang akan dibina. Selain itu dalam menjalankan program Karet dan Kawat, pengumpulan data yang dibutuhkan cukup sulit.
“Di sini kita juga harus bisa mentransfer ilmu yang didapat dalam dunia perkuliahan secara sederhana, agar lebih mudah dipahami. Melalui empat pilar program ini semoga dapat membantu perekonomian mereka. Berbagai program yang dijalankan di Desa Sukadamai diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Desa Sukadamai,“ ujarnya. (KR/Zul)
Keywords: Budidaya Ikan, Program Hibah Bina Desa, Ikan Nila Nirwana, Himpunan Mahasiswa Akuakultur (Himakua), IPB University
