Kakak Kelas Pengaruhi Pilihan Siswa dalam Memilih Perguruan Tinggi
Menurut Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti, berdasarkan survei yang dilakukan terhadap calon mahasiswa baru, selain orang tua dan Guru Bimbingan dan Konseling (BK), pengaruh kakak kelas merupakan salah satu penentu pengambilan keputusan bagi calon mahasiswa untuk memilih perguruan tinggi. Oleh karena itu, menjadi penting bagi mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Daerah (Omda) untuk kembali ke daerah asalnya dan menjelaskan tentang IPB University dengan baik.
“Saat ini ada 85 Omda dari berbagai daerah di Indonesia yang berperan sebagai duta untuk mempromosikan IPB University di berbagai daerah dalam bentuk roadshow dan canvassing. Nanti jika adik kelas kalian diterima lebih banyak lagi maka itu adalah prestasi Omda kalian,” jelasnya dalam acara Pembekalan IPB Roadshow dan Canvassing Omda oleh Rektor IPB University (8/12) di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor.
Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria mengawali sambutannya dengan mengutip falsafah Charles Darwin bahwa spesies yang dapat survive adalah bukan yang paling kuat atau pintar melainkan yang paling responsif terhadap perubahan. Menurutnya promosi yang dilakukan IPB University sebaiknya tidak hanya berupa hard selling menjual IPB University. Namun harus mampu merombak mindset anak-anak SMA agar mulai berfikir bahwa dia bisa sukses setelah lulus bukan karena program studinya atau nilainya namun soal kehandalan softskill dan karakter.
“IPB University akan mengarahkan lulusan-lulusannya agar memiliki softskill dan karakter yang kuat selain nilai akademik yang baik. Cobalah mengangkat soft selling-nya bukan hanya melulu hard selling yang diangkat dalam kegiatan promosi IPB University,” ujarnya.
Rektor mengingatkan bahwa perlu juga menyampaikan reputasi dan prestasi IPB University dalam berbagai perangkingan universitas di dunia bahwa IPB University saat ini berada pada posisi 74 dunia berdasarkan subjek Agriculture and Forestry, di Asia posisi IPB University ada di urutan ke-12 dengan subjek tersebut.
“Saya ingin menambahkan soft selling tentang perspektif IPB University. IPB University adalah kampus yang sedang mempersiapkan mahasiswa yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Mau dinamika perubahan seperti apapun kita akan bertahan dalam setiap perubahan. Kita juga akan persiapkan program studi yang lebih prospektif dan orangnya yang prospektif terhadap perubahan,” tegasnya.
Rektor juga berpesan untuk percaya diri, persiapkan materi dengan baik, berbicara dengan baik dan libatkan Ketua OSIS dalam canvassing. “Jangan lupa, tidak hanya canvassing, tapi yang lebih penting juga promosi melalui instagram, facebook, twitter, line dan sebagainya. Anda harus terus promosi tentang IPB Universiy sehingga semua orang tahu tentang keunggulan dan hebatnya IPB University,” pungkasnya.
Acara ini juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Dr Drajat Martianto. Menurutnya Omda memiliki peran yang sangat penting dan patut diapresiasi karena telah menepis berbagai isu kampus IPB University eksklusif dan radikal. Antara lain melalui kegiatan Gebyar Nusantara (Genus) yang digelar Omda. Genus mampu menampilkan keberagaman yang ada di kampus IPB University dan disajikan dengan sangat luar biasa indah.
Pada kesempatan ini juga, Dr Drajat berpesan, “Berikan penjelasan kepada guru BK tentang achievement atau prestasi IPB University yang luar biasa banyak. Adik-adik harus berangkat dengan keyakinan yang sangat tinggi bahwa IPB University adalah satu-satunya Perguruan Tinggi yang menggunakan nama pertanian namun setiap tahun jumlah peminatnya sangat banyak. Dalam Rangking Perguruan Tinggi se-Indonesia, posisi kita terbaik nomor tiga. Hal itu harus menjadi satu kebanggaan bahwa banyak ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari di IPB University,” jelasnya. (YDI/Zul)
Keyword: Organisasi Mahasiswa Daerah (Omda), Gebyar Nusantara (Genus), IPB University
