IPB University Bersama Pemerintah Ajak Generasi Muda Bangun Sektor Perikanan Berkelanjutan

IPB University Bersama Pemerintah Ajak Generasi Muda Bangun Sektor Perikanan Berkelanjutan

ipb-university-bersama-pemerintah-ajak-generasi-muda-bangun-sektor-perikanan-berkelanjutan-news
Berita

IPB University bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia dan United Nation Development Programme (UNDP)  mengajak generasi muda bangun sektor perikanan berkelanjutan dalam acara Youth Forum for SDGs#14, Selasa (1/10).

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Dr Luky Andrianto, MSc  turut menegaskan kembali betapa pentingnya peran generasi milenial demi terwujudnya The Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 14 life below water. ”Saya ingin memprovokasi mahasiswa untuk ikut bersama-sama mensukseskan cita-cita SDGs ke-14 yaitu life below water and sustainable fisheries. Saya yakin betul, tiap-tiap Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) pasti memiliki bidang keunggulan yang bisa dimaksimalkan demi mencapai cita-cita kita bersama ini. Saya harap, sebelas Badan Eksekutif Mahasiswa, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (BEM FPIK) yang hadir harus bisa menggaet mahasiswa-mahasiswa dengan disiplin ilmu lain, mulai dari ilmu sosial politik, hukum internasional, dan semua disiplin ilmu yang relevan untuk terwujudnya tiga target besar kita, healthy ocean, productive marine ecosystem, and improved livelihood,” ungkap Ketua aliansi Dekan FPIK seluruh Indonesia ini.

Dalam sesi diskusi interaktif, Koordinator Reef Check Network Indonesia (RCNI), Sila mengatakan, RCNI yang memiliki ratusan network seluruh Indonesia yang selama ini melakukan pemantauan ekosistem terumbu karang diharapkan dapat menanggapi inklusivitas manajemen dalam mencapai target SDG 14 di Indonesia, dan untuk memicu kaum muda lain untuk ikut serta dalam intervensi pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan. Sementara Dhini Sastroatmojo perwakilan Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia mengungkapkan, “Masalah sosial kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga tanggungjawab kita generasi muda.”

Lebih lanjut Koordinator Gerakan Nasional Indonesia Diet Kantong, Rahyang mengatakan, “Upaya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai adalah hal-hal prioritas yang harus dilakukan untuk menghindari bocornya sampah ke laut. Oleh karena itu potensi pencemaran sampah plastik bisa dihindari dan makhluk hidup juga tidak terancam polusi plastik yang sudah masuk ke dalam rantai makanan.

Sementara, dikutip dari Puteri Lingkungan Indonesian 2018, Vania mengatakan, “Sebagai konsumen, kita perlu selektif dalam memilih ikan yang akan dikonsumsi dari segi jenis, ukuran, asal perairan dan metode penangkapan. Tidak hanya itu, menjaga habitat bawah laut juga penting, agar ikan tetap memiliki tempat bernaung dan berkembang biak. Hal ini melingkupi pencegahan kebocoran sampah plastik ke lautan dan perlindungan terhadap terumbu karang. Singkatnya, jadilah konsumen yang cerdas dan berwawasan lingkungan.”

Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai start up perikanan yang mendorong digitalisasi industri dan pasar untuk perikanan Indonesia. Rully Setya Purnama, Chief Executive Officer Minapoli menuturkan bahwa start up  sebagai salah satu aktor industri ekonomi kreatif sangat berperan dalam menghadirkan inovasi dan model bisnis baru di era industri 4.0. “Industri kelautan dan perikanan menjadi investasi yang lebih menarik dengan hadirnya start up, karena dapat mendorong usaha menjadi lebih efektif dan kompetitif serta meningkatkan efisiensi supply chain. Ditambah dengan hadirnya multistakeholder platform ini akan membuka sinergi dan kolaborasi yang lebih luas bagi kemajuan dan perekonomian bangsa,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri ratusan orang dari perwakilian start up entrepreuner, youth community, student community, youth influencer, environmentalist, dan komunitas lingkungan lainnya untuk mendiskusikan peran generasi muda dan komunitas dalam pencapaian pembangunan perikanan berkelanjutan. (KD/ris)