Ekspedisi ke Nias dan Marore, Mahasiswa IPB University Berlatih Operasikan Drone

Ekspedisi ke Nias dan Marore, Mahasiswa IPB University Berlatih Operasikan Drone

ekspedisi-ke-nias-dan-marore-mahasiswa-ipb-university-berlatih-operasikan-drone-news
Berita

Ekspedisi Batas Negeri (EBN) memasuki edisi yang ke-enam pada tahun 2019. EBN merupakan program yang digagas oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unit Konservasi Fauna (UKF) IPB University. Pada EBN sebelumnya, UKF telah melakukan ekspedisi ke beberapa pulau-pulau terluar seperti Pulau Rote, Pulau Rondo, Pulau Bras dan Pulau Sekatung dengan dukungan dari TNI Angkatan Laut RI.

Pada ekspedisi tahun ini UKF berkolaborasi dengan sembilan organisasi mahasiswa di IPB University lainnya akan melakukan ekspedisi ke Kepulauan Nias dan Pulau Marore. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kegiatan mahasiswa dalam rangka kecintaan terhadap bangsa Indonesia dan Bela Negara.

“Pada persiapan ekspedisi kali ini, tim EBN melakukan pelatihan drone untuk mendukung penelitian dan dokumentasi kegiatan. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan kemampuan dasar kepada tim EBN dalam mengoperasikan drone,” ungkap Aditya Nugroho Ketua UKM UKF. Pelatihan Drone dilaksanakan di Laboratorium Selam Ilmiah (LAB SI) dan Gymnasium IPB University, Kampus Dramaga Bogor (1/8).

Sementara itu, menurut salah satu instruktur pelatihan sekaligus dosen IPB University, Beginer Subhan, penggunaan drone merupakan hal yang biasa pada saat ini. Beginer berharap mahasiswa IPB University familiar dengan teknologi drone ini terutama untuk penelitian.

“Di IPB University sudah banyak dosen yang mengembangkan dan memanfaatkan drone sebagai alat pendukung dalam penelitian. Misalnya pada bidang biologi laut, drone digunakan untuk mengamati tingkah laku dari lumba-lumba, pengamatan ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang. Hal inilah yang kami bagikan kepada tim EBN selain juga untuk memperkuat visualisasi dokumentasi kegiatan,” imbuh pakar biologi laut dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University ini.

Pada pelatihan ini, materi seperti pengenalan bagian-bagian dan komponen drone, teknik-teknik dasar penggunaan drone, pemanfaatan drone untuk penelitian kelautan dan perikanan disampaikan oleh Prakas Santoso selaku instruktur dalam pelatihan ini.

“Hal yang paling penting yang juga kami berikan adalah peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia terkait dengan penggunaan drone. Selanjutnya kami lebih banyak berbagi pengalaman terkait teknik pengambilan gambar dan video baik untuk penelitian dan dokumentasi,” imbuh alumni dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) FPIK ini. (**/Zul)