Mahasiswa IPB University Bagikan Benih Padi IPB 3S kepada Petani Indramayu
Mahasiswa IPB University yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2019 berikan sosialisasi benih padi inovasi IPB University yaitu IPB 3S kepada petani Indramayu di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kertasemaya (18/7). Selain sosialisasi, mahasiswa juga menggelar aksi membagi benih padi IPB 3S kepada petania. Ada enam desa yang mendapatkan benih tersebut yakni Jengkok, Lemah Ayu, Jambe, Kertasemaya, Tenajar dan Tenajar Kidul.
“Benih Padi IPB 3S merupakan inovasi dari peneliti atau dosen dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University. Setiap desa mendapatkan lima kilogram benih padi. Ada banyak keunggulan yang dimiliki oleh benih padi IPB 3S ini. Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini, varietas unggulan IPB University ini dapat dikenal luas oleh seluruh petani dan dapat meningkatkan produktivitas padi di daerah Indramayu,” ujar Ihsan Fahmi Amrullah, Koordinator Mahasiswa KKN-T Indramayu.
Pada kesempatan yang sama Kepala BPP Kertasemaya, Wawan Guswana mengatakan bahwa benih padi IPB 3S ini akan mereka coba tanam saat sudah mulai masuk musim penghujan. Wawan berharap ada program lanjutan seperti pendampingan kepada petani pada saat mencoba menanam dan setelah panen untuk mengetahui tingkat keberhasilannya.
“Saya berharap ada program lanjutan setelah KKN-T ini untuk memantau hasil penanaman padi IPB 3S. Selain itu, kami juga siap menjadi tempat uji coba lapang untuk inovasi-inovasi IPB University lainnya. Dengan kerjasama seperti ini IPB University akan mendapat data dari berbagai daerah dan kita (petani) juga dapat manfaat dari varietas-varietas inovasi dari IPB University yang akan memperbaiki peningkatan produksi padi,” ujarnya.
Selain memberikan benih, sehari sebelumnya mahasiswa IPB University juga memberikan penyuluhan kepada petani dan pemuda desa di Balai Dusun Pondok Asem Desa Jengkok. Penyuluhan ini membahas dua topik utama yakni tentang hama dan penyakit tanaman padi dan sosialisasi tentang Literasi Digital Pedesaan 4.0.
“Kami sesuaikan dengan kondisi yang dirasakan petani. Petani sangat tertarik akan pengetahuan tentang hama dan penyakit tanaman khususnya tanaman padi. Maka pada penyuluhan terkait pengendalian hama terpadu ini kami membahas hama wereng dan penyakit blast. Dengan adanya penyuluhan tersebut diharapkan petani dapat dengan mudah membedakan antara hama dan penyakit, serta mengetahui gejala dan cara penanggulangannya. Sementara itu tujuan kami menggelar sosialisasi Literasi Digital Pedesaan 4.0 adalah agar masyarakat dapat dengan bijak dalam bermedia sosial dan mengakses internet. Akhir-akhir ini di berbagai belahan dunia, muncul fenomena post thruth. Kami juga kenalkan media penyuluhan online seperti Cyber Extension IPB, Cyber Extension Kementan, GreenTV IPB, Tani Center, Departemen Proteksi Tanaman dan Lisa.id,” ujar Ihsan.
Selain itu, ada beberapa program pemberdayaan lainnya yang sudah dilakukan mahasiswa seperti pembentukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Keripik Pisang, pendampingan UMKM Opak Ketan Bu Yumi, Pendampingan UMKM Peyek Jangkrik, Penyuluhan Wirausaha Muda kepada siswa SMP NU Tenajar Kidul, Seminar Kewirausahaan dan Program Pendampingan BUMdes Kap Lampu Hias Desa Jambe. (**/Zul)
