Ibu Pendek Berisiko Punya Anak Stunting

Ibu Pendek Berisiko Punya Anak Stunting

ibu-pendek-berisiko-punya-anak-stunting-news
Berita

Dari riset yang pernah dilakukan IPB University, ibu yang tingginya kurang dari 150 sentimeter cenderung akan melahirkan anak stunting. Jadi kualitas hidup remaja (terutama calon ibu) akan menentukan kualitas generasi baru. 

Hal ini disampaikan Dr Drajat Martianto, Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional “Kesehatan Reproduksi dan Remaja Berkarakter untuk Membangun SDM Berkualitas” di IPB International Convention Center (IICC), Bogor (1/7). Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara IPB University dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 26 Tahun 2019.

Menurutnya kualitas hidup remaja akan menentukan kualitas generasi baru di masa depan. Indonesia mengalami masa transisi demografi dimana jumlah remaja mencapai 65 juta orang (usia antara 10-24 tahun). Kita menyebutnya generasi milenial. 

“Perkembangan teknologi akan membahayakan remaja jika tidak diimbangi dengan strategi perkembangan pengetahuan kesehatan reproduktif,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN, Prof Rizal Damanik mengatakan bahwa Harganas tahun ini merefleksikan empat konsep yakni ketahanan keluarga untuk berkumpul, berinteraksi, peduli dan berbagi. 

“Indonesia merupakan rumah bagi 63,8 juta pemuda atau seperempat dari total jumlah penduduk Indonesia dan sepertiga dari penduduk dengan usia produktif yang diharapkan mampu berperan dalam pembangunan bangsa. BKKBN membina remaja agar jadi pribadi kokoh dan karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negara. Untuk mewujudkan hal ini BKKBN perlu bermitra dengan  Perguran Tinggi (PT) yang dianggap paling kompeten. PT akan memberikan rekomendasi yang independen dari sudut pandang pengamat, pemerhati dan masyarakat tentang program pengelola kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK). BKKBN juga memiliki tenaga fungsional yang bisa dinilai secara independen. Oleh karena itu, kita bermitra dengan perguruan tinggi. Bagi PT, akan dapat kemudahan dalam pendanaan penelitian di BKKBN,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, BKKBN dan Forum Rektor Perguruan Tinggi se Indonesia menandatangani perjanjian kerjasama. (dh/Zul)