Go-Crokies Hantarkan Mahasiswa IPB University Raih Juara II Tingkat Internasional

Go-Crokies Hantarkan Mahasiswa IPB University Raih Juara II Tingkat Internasional

go-crokies-hantarkan-mahasiswa-ipb-university-raih-juara-ii-tingkat-internasional-news
Prestasi

Papua selama ini oleh sebagian orang sering diidentikkan dengan keterbelakangan, walaupun ukuran geografisnya hampir tiga kali lebih besar dari pulau Jawa. Salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh masyarakat Papua adalah kekurangan gizi. Hal ini sangat berpengaruh besar pada ibu yang memainkan peran besar dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan status kesehatan anak-anak. Kesehatan ibu selama kehamilan dan menyusui akan mempengaruhi kualitas kesehatan dan gizi bayi. 

Hal ini mendorong tiga mahasiswa IPB University membuat cookies yang berasal dari sagu. Mereka adalah Budy Salaam Muhammad, Ditta Hakha Soleha dan Darren Tanaka yang merupakan mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta). Cookies ini diberi nama Go-Crokies karena selain terbuat dari sagu, juga dikombinasikan dengan tanaman lokal seperti torbangun dan jangkrik.

“Penambahan jangkrik ini sebagai cara untuk mencukupi nutrisi ibu menyusui di Papua. Penambahan jangkrik disebabkan kemampuannya yang mudah untuk dibudidayakan dan memiliki kandungan protein yang tinggi. Saat ini, kondisi gizi ibu di Papua masih sangat memprihatinkan. Hal ini bisa dilihat dari prevalensi “low birth weight” yang mencapai 27 persen. Selain itu, kami juga menggunakan torbangun karena menurut studi literatur, daun asli Indonesia ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Air Susu Ibu (ASI) dibandingkan dengan suplemen-suplemen populer lainnya,” terang Budy.

Melalui inovasinya ini, Budy dan timnya berhasil meraih juara dua dalam ajang bergengsi di tingkat internasional yaitu Developing Solution for Developing Countries (DSDC) yang diselenggarakan di New Orleans, Lousiana, Amerika Serikat bulan Juni lalu. Kompetisi ini diikuti oleh 45 tim dari 5 benua. 

“Alhamdulillah, MasyaaAllah. Sebuah nikmat yang begitu besar bagi saya dan teman teman karena mampu mewakili IPB University dan Indonesia di kompetisi tingkat dunia ini. Kami sangat bersyukur dan terima kasih atas semua bantuan dari Departemen ITP, Direktorat Kemahasiswaan IPB University, Himpunan Alumni dan JNE karena sudah membantu. Kompetisi ini sangatlah menantang dan konstruktif bagi kami. Pada saat final presentation, kami diminta mempresentasikan ide kami pada urutan pertama di hadapan delapan juri yang multidisipliner dan multinasional. Alhamdulilllah, kami bisa melewatinya dengan baik,” ujarnya. (SMH/Zul).