Delapan Mahasiswa Asing Ajari Anak TK Pilah Sampah di IPB University
Delapan mahasiswa asing dari lima negara berkunjung ke Taman Kanak-kanak (TK) Agriananda IPB University, Kampus Dramaga, Bogor (22/7) terkait projek yang fokus terhadap lingkungan. Mahasiswa dari dari Spanyol, India, Meksiko, Belgia dan Vietnam ini memberikan penyuluhan bagaimana pentingnya memilah sampah dengan baik dan benar.
Mahasiswa asing tersebut mengajak kepada anak-anak TK, untuk belajar dan melatih membuang sampah pada tempatnya. Selain belajar membuang sampah pada tempatnya, anak-anak juga diajari memilah sampah organik dan anorganik.
Menurut Kepala Sekolah TK Agriananda, Aprilia Puspita, S.Si pengelolaan sampah sesungguhnya bisa dimulai pada anak usia dini seperti belajar membuang sampah pada tempatnya. Untuk itu, kedatangan mahasiswa asing ke Agriananda untuk mengedukasi agar anak-anak dapat belajar memilih sampah dengan baik dan benar sangat tepat.
“Perlahan kita bisa perkenalkan pada anak tentang sampah organik dan sampah non organik, sehingga anak-anak tahu membuang sampah ke tempat yang benar,” ujarnya.
Ia menambahkan, penting bagi kita selaku orang dewasa untuk memberikan contoh yang baik bagi anak-anak agar mereka juga melakukan hal yang baik pula. Salah satunya dengan mengajari anak kita untuk memilah sampah sebelum membuangnya.
“Karena sekolah TK Agriananda berbasis karakter maka kami ingin nilai-nilai karakter itu melekat pada diri anak-anak. Termasuk dari hal sehari-hari yang mereka lakukan seperti membuah sampah dengan benar pada tempatnya,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Komite Agriananda IPB University, Naraini Putri Kurata Ayuni, S.Pi menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan kepada anak-anak dalam pengelolaan sampah masih kurang. Pendidikan tentang hidup bersih dan sehat seharusnya sudah diberikan kepada anak-anak sejak dini.
“Kami lihat masih minimnya materi pendidikan lingkungan terkait dengan pengelolaan sampah yang lebih kreatif dan menghibur bagi anak TK. Maka dengan konsep ramah lingkungan yang diaplikasikan dalam bentuk kegiatan sehari-hari akan lebih menarik minat anak untuk belajar tentang lingkungan hidup khususnya pengelolaan sampah,” ujarnya. (Awl/Zul)
