Kuliah Online Ala Rektor IPB

Kuliah Online Ala Rektor IPB

kuliah-online-ala-rektor-ipb-news
Berita

Berbeda dengan kuliah pada umumnya yang dilakukan di kelas dan bertatap muka langsung dengan mahasiswa, kali ini Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria memberikan kuliah ‘Sosiologi Umum’ melalui teleconference atau kuliah online, Rabu (24/4). Kali ini, materi kuliah online membahas seputar Modernisasi Ekologi. 

“Hari ini kita akan mulai menggunakan teknologi pembelajaran dengan menggunakan teknologi daring. Pembelajaran daring ini adalah upaya kita menghadapi dan merespon terhadap perubahan teknologi yang ada,” tutur Dr. Arif.

Saat ini, lanjut Dr. Arif, IPB sedang menyiapkan platform  yang dapat diakses oleh mahasiswa supaya dapat mengikuti kelas online. Platform tersebut nantinya dibuat supaya dapat diakses melalui smartphone sehingga mahasiswa mudah mengaksesnya. “Dengan menggunakan daring, mahasiswa bisa mengikuti kuliah online di kamar kos maupun di tempat lain, sehingga bisa efisien waktunya,” tambah Dr. Arif.

Terkait modernisasi ekologi, Dr. Arif  menjelaskan bahwa modernisasi ekologi muncul di era 1990-an. Modernisasi ekologi tersebut muncul akibat adanya respon manusia terhadap perubahan ekologi dan lingkungan sebagai akibat dari dampak perusakan lingkungan. Dengan kata lain, terjadi krisis ekologi yang menyebabkan manusia meningkatkan kepeduliannya terhadap krisis tersebut. 

Modernisasi ekologi tersebut tidak hanya berkaitan dengan alam saja, melainkan juga berdampak pada sosial dan budaya masyarakat. Dengan munculnya modernisasi ekologi ini diharapkan mampu memberikan solusi terhadap masalah dan kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini. 
Beberapa permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini adalah tingginya pencemaran plastik dan limbah-limbah berbahaya yang lain. Oleh sebab itu, Dr. Arif menghimbau kepada mahasiswa untuk mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja. 

“Mulai saat ini mari dibiasakan kalau mau belanja bawa tas dari rumah, biar nanti tidak memakai kantong plastik, seperti ibu-ibu zaman dahulu, kan kalau pergi ke pasar bawa tas jinjing dari rumah, supaya sampai pasar tidak pakai kantong plastik,” kata Dr. Arif.

Di sisi lain, Dr. Arif juga menghimbau supaya menggunakan tumbler sebagai ganti botol air minum kemasan. Dengan menggunakan tumbler maka penggunaan botol plastik dapat diminimalisir karena tumbler dapat dicuci dan digunakan berkali-kali. (RA/ris)