Ingin Kembangkan Agribisnis Syariah, Tazkia Kolaborasi dengan IPB
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria dalam kuliah umum di depan mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia, Bogor menyampaikan bahwa STEI Tazkia sebagai salah satu pelopor Syariah di Indonesia, harus bisa mengikuti arus perubahan di bidang financial technology terutama technology 4.0. Menurutnya, saat ini generasi muda sedang menghadapi jaman yang penuh ketidakpastian atau dikenal dengan VUCA yaitu Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity.
“Ada sekitar sembilan arah perubahan kehidupan di era industri 4.0. Diantaranya mulai dari perubahan teknologi ke internet of things, robotic, big data hingga artificial intelligence. Selain itu, perubahan makna dari ownership ke sharing concept, perubahan profesi dan pekerjaan, perubahan peta kompetisi, perubahan perilaku dan gaya hidup, perubahan regulasi, perubahan sumber kedaulatan baru (yaitu data), perubahan menjaga trust, dan perubahan skill baru.
Lebih lanjut dikatakannya, sebagai mahasiswa, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukan satu-satunya penentu keberhasilan utama. Namun yang penting dimiliki saat ini adalah kejujuran, disiplin, gaul, dukungan pasangan hidup, bekerja lebih keras dari yang lain, mencintai apa yang dikerjakan, juga kepemimpinan yang baik,” ungkap Rektor.
Dalam kesempatan yang sama STEI Tazkia lakukan kerjasama dengan IPB. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Kampus Tazkia, Sentul Bogor, (2/4).
Rektor STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, mengatakan bahwa STEI Tazkia dengan IPB sudah lama saling kenal. Bahkan dosen-dosen IPB juga telah banyak berkontribusi dalam mengajar beberapa sesi di setiap semesternya.
“Kami banyak menerima masukan-masukan dari IPB untuk pengembangan ekonomi syariah. Namun belum ada tindak lanjut yang begitu agresif di kedua belah pihak. Maka ke depannya kita ingin memastikan lagi langkah-langkah yang bisa dilakukan bersama-sama dalam mengembangkan agribisnis syariah. Dalam jangka panjang, ke depannya yang ingin dikerjasamakan adalah double degree,” ujarnya. (dh/Zul)
