Datangkan Ahli Pertanian dari Kroasia , IPB Kupas Tuntas Masalah Pertanian
Direktorat Program Internasional, Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali melaksanakan The IPB Talks Ke-26. IPB Talks kali ini, menghadirkan seorang ahli pertanian asal Kroasia, Prof. Zlatko Sve?njak. Prof. Zlatko menyampaikan beberapa hal penting terkait kondisi industri pertanian di Kroasia hingga Eropa yang mampu menyesuaikan dengan kondisi iklim empat musim. Diskusi yang dilaksanakan pada Jum’at (12/4) ini dipandu moderator Dr. Nurul Khumaida, dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB.
Prof. Zlatko mengawali diskusi dengan menceritakan permasalahan-permasalahan yang dialami para petani di Kroasia. “Kroasia merupakan negara dengan iklim kontinental, yang mana lahan yang bisa digunakan oleh petani hanyalah 23,2 persen dari seluruh wilayah Kroasia. Sangat berbeda dengan saat saya di Nebraska AS, 99 persen lahan di negara bagian tersebut merupakan lahan pertanian. Masalah-masalah lainnya adalah genangan air yang bersumber dari salju yang mencair. Genangan tersebut menggenangi hampir seluruh lahan di sana, bahkan lahan yang relatif dekat dengan sungai pun tak luput dari masalah genangan ini. Kami juga memiliki musim dingin yang tak ada satu pun tanaman pangan bisa tumbuh saat musim tersebut,” ujar Profesor yang mengajar di Fakultas Pertanian Universitas Zagreb tersebut.
Prof. Zlatko juga sempat menyinggung industri perkebunan tembakau yang ada di Kroasia dan Eropa. “Tembakau merupakan salah satu komoditas yang sangat penting di Kroasia. Tembakau menempati urutan ketiga dalam ekspor komoditas pertanian di Kroasia setelah gandum dan jagung. Walau begitu, bisnis perkebunan tembakau ini memiliki regulasi yang sangat ketat. Saya juga melihat selama di Indonesia banyak sekali orang-orang yang merokok, kalau di Eropa Anda akan berpikir beberapa kali sebelum merokok. Karena selain mengganggu kesehatan jasmani, merokok di Eropa juga mengganggu kesehatan finansial, karena pajak yang dikenakan sangat tinggi,” ujar Prof. Zlatko disambut oleh tawa hadirin acara tersebut.
Isu selanjutnya yang disampaikan oleh Prof Zlatko ialah masalah ketersediaan lahan pertanian di Kroasia dan Eropa. “Salah satu dari isu pertanian yang menarik ialah permasalahan lahan. Menurut penelitian yang sudah dilakukan, untuk satu keluarga yang hidup di Eropa dan ingin hidup dari bidang pertanian yang berkelanjutan setidaknya harus memiliki lahan 100 hektar per keluarga. Itu pun keluarga tersebut sudah mendapatkan subsidi untuk pertaniannya. Maka dari itu, negara-negara Eropa ke depannya harus memiliki kebijakan lahan yang baik, terutama terkait dengan pewarisan lahan pertanian,” ujar Prof. Zlatko.
Prof. Zlatko menutup diskusi kali ini dengan sedikit menyinggung tentang konsumsi beras di Kroasia dan beberapa keunggulan pertanian Kroasia. “Sebenarnya, permasalahan utama dari pertanian kami adalah over supply produk pertanian, dengan segala hambatan yang saya sebutkan tadi, tetap saja produksi selalu berlebih. Konsumsi pangan utama kami ialah gandum dan jagung, mungkin di Indonesia beras mejadi primadona, namun di Kroasia konsumsi beras kami hanya 8 kilogram per kapita dalam setahun. Lebih dari itu, saya ingin menyampaikan kepada Anda bahwa keunggulan utama dari Kroasia adalah pariwisata, 25 persen Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) kami berasal dari sektor tersebut, maka dari itu saya berharap hadirin sekalian suatu saat bisa mengunjungi tanah air saya,” ujar Prof. Zlatko. (KD/ris)
