IPB dan Kabupaten Bogor Kerjasama Kembangkan Smart Village

IPB dan Kabupaten Bogor Kerjasama Kembangkan Smart Village

ipb-dan-kabupaten-bogor-kerjasama-kembangkan-smart-village-news
Berita

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bupati Bogor, Ade Yasin. Penandatanganan kerjasama antara IPB dan Pemerintah Kabupaten Bogor dilakukan di Kantor Bupati Bogor sekaligus penyelenggaraan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor 2020, Senin (11/3). Ruang lingkup kesepakatan kerjasama  meliput pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Bupati Pemerintah Kabupaten Bogor, Ade Yasin dalam sambutannya menyampaikan keinginannya terkait  konsep panca karsa bisa terealisasi, sehingga butuh sinergi dan kolaborasi, terutama dengan akademisi. “Untuk itu kami lakukan kerjasama dengan IPB. Kami ingin membangun masa depan Kabupaten  Bogor dengan Pancakarsa yakni : Karsa Bogor Membangun, Karsa Bogor Sehat, Karsa Bogor Cerdas, Karsa Bogor Maju dan Karsa Bogor  Berkeadaban,” kata Ade.

Pada momen ini sekaligus mengukuhkan Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IPB, Dr. Sofyan Sjaf sebagai Ketua Tim Fasilitator Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) Kabupaten Bogor  yang akan mengkoordinasikan tim pengurus TJSL. Tim TJSL beranggotakan perwakilan akademisi, perusahaan dan pemerintah.

Dr. Sofyan Sjaf menyampaikan  membangun kabupaten butuh dukungan multi pihak, jadi agenda yang harus dilakukan adalah agenda kolaboratif. Untuk mewujudkan panca karsa yang sesuai dengan visi misi pemerintah Kabupaten Bogor butuh banyak pihak yang terlibat, butuh budget pendanaan yang tidak sedikit. TJSL dihadirkan untuk membantu kerja pemerintah  daerah terutama untuk kolaborasi dengan korporasi. 

Ditambahkannya  tidak sedikit perusahaan hadir tanpa melakukan TJSL. Tahun lalu pun sebetulnya sudah diatur. Dulu tim pengurus didominasi oleh  pemerintah daerah. Kali ini ada warna kolaboratif, ada keterwakilan akademisi, pengusaha dan  aktivis. Tim internal TJSL ini betul-betul akan membangun stakeholder. “Kami akan segera  berdiskusi di internal kami. Di TJSL  ada dua konten  big project yang disesuaikan dengan visi  misi yang sesuai dengan panca karsa dan  akan dikawinkan dengan proses yang ada di perusahaan. Perusahaan bisa men-support. Kedua local project terkait desa lingkar perusahaan, apa yang bisa dilakukan perusahaan terhadap desa -desa di lingkar perusahaan tersebut. Terkait Kabupaten Bogor menjadi smart village itu merupakan usulan IPB dan sudah ada contohnya di Kelurahan Sukadamai. Smart Village untuk Kabupaten Bogor IPB yang memberi inisiatif,” jelasnya.

“Saya ingin menggandeng semua pihak,  ayo kita sama-sama bekerjasama, selain itu kita harus sepakat dan mengubah mindset bahwa TJSL tidak memiliki rekening, tidak ada anggaran, kami sebagai lembaga bertugas menghimpun, mensinergikan program-program  pemerintah dengan perusahaan juga community, mengkoordinasikan program pemerintah, perusahaan dan community,” ucapnya.

Sementara itu Direktur Kerjasama dan Hubungan Alumni IPB, Dr. Heti Mulyati menyampaikan kerjasama ini merupakan perpanjangan MoU yang sudah ada. Sebelumnya sudah ada dua kali pertemuan antara IPB dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Pada pertemuan yang lalu Bupati dan Kepala Bappeda memaparkan visi misi dan meminta IPB dalam mendampingi Kabupaten  Bogor.  Kerjasama ini dalam bidang pendidikan penelitian pengabdian kepada masyarakat, fokus utama pada smart village, kerjasama lainnya adalah program ekowisata, juga perlindungan anak.

Kerjasama juga dilakukan terkait konsep agro maritim, desa tumbuh sesuai potensi dan digitalisasi. Desa dibangun dengan data-data yang presisi,  lebih baik dan terintegrasi informasi yang terintegrasi. “Saya berharap dengan kerjasama ini IPB dapat berperan lebih banyak, Kabupaten Bogor juga merupakan rumah IPB,  merupakan kabupaten terluas di Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang banyak dan masih banyak masalah  yang berkaitan dengan pertanian yang membutuhkan solusi bersama,” ucapnya. (dh/ris)