Peserta Summer Course Departemen ESL-FEM IPB Bermain Ecofunopoly
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Summer Course yang diikuti 7 orang yang berasal dari lima negara yaitu Mesir, China, Korea Selatan, Rusia dan India. Summer Course yang berlangsung sejak 17 Januari hingga 18 Februari 2019 ini merupakan kerjasama antara Departemen ESL IPB dengan AIESEC (Association for the International Exchange of Students in Economics and Commerce) IPB.
“Summer Course kali ini bertemakan Green Sociopreneurship: Community Empowerment for Environment, yang secara harfiah terdiri dari 3 gabungan kata yaitu Green, Socio dan Entrepreneur. Yakni seseorang atau pengusaha yang membangun usahanya dengan berbasis kegiatan sosial dan ramah lingkungan sehingga kegiatan tersebut tidak hanya dapat memberikan dampak ekonomi tetapi juga dapat berkontribusi terhadap pemecahan permasalahan sosial di lingkungan sekitar,” ungkap Dr. Nia Kurniawati Hidayat, SP, M.Si selaku Ketua Panitia Kegiatan Summer Course pada Clossing Ceremony Summer Course di Ruang Mawar Departemen ESL, Kampus IPB Dramaga (18/2).
Sebagian peserta Summer Course berkesempatan mengikuti permainan edukatif Ecofunopoly karya alumni IPB. Ecofunopolly sendiri merupakan permainan yang diciptakan oleh Annisa Hasanah. Permainan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan yang dimulai dari hal-hal kecil seperti menghemat listrik yang tidak terpakai, mengurangi sampah plastik dan mendaur ulang.
“Permainan ini dilakukan secara bersama-sama sehingga ada interaksi atau reaksi sosial, komunikasi dan melatih kejujuran sehingga dapat memperbaiki diri di masa depan khususnya mengenai lingkungan,” ujar Annisa.
Selain mengenal permainan Ecofunopoly, peserta Summer Course juga mengunjungi Desa Wisata Ciasihan Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor yang bertujuan untuk memperkenalkan alam, budaya, musik dan makanan tradisional. Menurut Liya, peserta asal Rusia, tempat wisata tersebut sangat potensial untuk meningkatkan perekonomian warga setempat.
Sementara itu, menurut Het, peserta asal India, pada kegiatan summer course ini bisa menerapkan ilmu-ilmu yang dimilikinya di bidang marketing, bisnis analisis dan editing. Sedangkan Olive, peserta asal China mengatakan bahwa kegiatan ini banyak memberikan inspirasi tentang entrepreneur dari berbagai macam usaha.
Melihat respon positif dari peserta Summer Course, ke depannya Departemen ESL akan melaksanakan Summer Course kembali dan diharapkan kegiatan tersebut dapat lebih terorganisir, para peserta lebih antusias sehingga dapat memberikan banyak manfaat dan meningkatkan akan pentingnya kesadaran dalam menjaga lingkungan. (**/Zul)
