P2SDM Latih Dosen Muda IPB Cara Mendidik Generasi Milenial
Institut Pertanian Bogor (IPB) punya kewajiban untuk membina dosen-dosen untuk memiliki kecakapan mengajar. Hal ini disampaikan Direktur Pengembangan Program dan Teknologi Pendidikan IPB, Ir. Lien Herlina, MSc dalam Pembekalan Para Pengajar Applied Approach/Pekerti di Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, di Kampus Baranangsiang, Bogor (11/2).
Menurutnya, mengajar tidak lagi mentranfer knowledege, saat ini knowledege sudah banyak. Tuntunan dosen saat ini bukan sosok yang hanya banyak knowledge namun butuh skill lain. Konten setiap saat harus menyesuaikan dengan apa yang berlaku di dunia pendidikan.
“Jadi, dosen itu harus kreatif, produktif dan inovatif agar mahasiswa, meski selalu pake gadget namun jangan jadi robot. Teknik pembelajaran saat ini sudah sangat berubah. Apalagi dengan adanya bantuan teknologi. Yang diperlukan adalah kreativitas dari dosen. Teknik bisa menggunakan video, caranya dengan mengekstrak disesuaikan dengan mata kuliah. Mahasiswa di era saat ini, fokus dan perhatiannya sangat pendek, sehingga kuliah harus bisa senyaman menonton youtube,” tambahnya lagi.
Menurutnya, seorang dosen harus tahu siapa dan bagaimana perilaku milenial. Mereka sangat canggih di teknologi sehingga rasa penasarannya yang harus diangkat. Dalam membantu mahasiswa di era milenial, pengembangan keterampilan atau softskill bisa dengan membimbingnya dan dengan memberikan contoh. Selain itu kenali juga potensi mahasiswa. “Temui mereka dimana mereka berada. Mendidik, jangan menghukum,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, milenial lebih menyukai lingkungan belajar yang santai, dengan tekanan minimum, lebih banyak kebebasan untuk menyelesaikan tugas dan juga lebih banyak kebebasan untuk ekspresi dan kreativitas pribadi. Mentor perlu menciptakan suasana hangat, empatik, tidak ada jawaban yang salah, serta lingkungan kolaboratif dan santai. “Milenial berusaha membangun hubungan pribadi. Mereka lebih suka dan menghargai instruktur yang menunjukkan minat pribadi dalam rencana pengembangan mereka,” imbuhnya.
Sekretaris P2SDM IPB, Warcito, SP, MM menyampaikan, melalui in house training dari P2SDM ini, dosen-dosen muda Indonesia yang ingin meningkatkan profesionalisme mengajar Pekerti terutama di era milenial akan terakomodasi.
Dalam waktu dekat, P2SDM IPB akan berangkat ke Universitas Muhadis Setiabudi, Brebes untuk mengisi in house training Applied Approach/Pekerti untuk dosen di perguruan tinggi tersebut. (dh/Zul)
