Mahasiswa IPB Manfaatkan Kain Katun untuk Identifikasi Bakteri

Mahasiswa IPB Manfaatkan Kain Katun untuk Identifikasi Bakteri

mahasiswa-ipb-manfaatkan-kain-katun-untuk-identifikasi-bakteri-news
Berita

Perkembangan dunia medis di era yang modern seperti sekarang ini cukup membantu dalam penyelesaian permasalahan manusia. Namun, meski telah ditemukan cara akurat, terkadang langkah yang ditempuh memakan waktu lama. Seperti identifikasi bakteri negatif yang menjadi faktor penyakit pada manusia misalnya.

Tiga mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) menemukan solusi terbaru untuk memudahkan dalam identifikasi bakteri gram negatif atau bakteri penyakit. Mereka adalah Irzal Fareza, Riya Febriyanti, dan Egi Wijayanto yang membentuk tim dan menuangkan ide tersebut melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) dengan judulnya “DAKI (-), Diagnostik Agar-Kain Katun Identifikator Bakteri Gram Negatif.

“Setiap kita mau mengidentifikasi bakteri, kita membutuhkan media agar yang biasanya diidentifikasi di cawan atau plate. Namun untuk memudahkan dan memaksimalkan media agar tersebut dalam mengidentifikasi bakteri, maka kami menggantinya dengan kain katun,” tutur Irzal selaku Ketua Tim PKM DAKI (-).

Penggantian plate menjadi kain katun berguna untuk mempersingkat waktu identifikasi bakteri dan menghemat biaya. Ketika identifikasi bakteri gram negatif menggunakanplate, setiap media agar membutuhkan satu plate dengan harga yang cukup mahal. Sedangkan, apabila menggunakan kain katun, media agar sebagai identifikator dapat ditempatkan pada kain katun dalam jumlah banyak sekaligus dan dapat diketahui hasilnya dalam satu hari.

“Jadi sebelumnya sudah kita pasang media agar sebagai media pertumbuhan bakteri gram negatif. Jenis media agarnya banyak dan bakteri yang ditanamkan di dalam kain katun ini memiliki indikator yang berbeda-beda. Melalui media agar tersebut kita bisa mengetahui bakteri apa yang kita tanamkan ke kain katun tersebut dengan melihat perubahan warna pada agar sebagai identifikator,” tambah Irzal.

Selain menghemat waktu dan biaya, bahan-bahan yang diperlukan dalam identifikasi bakteri gram negatif juga sangat mudah yakni kain katun, media agar, benang, dan lilin batik. Kain katun berfungsi sebagai tempat media agar dan bakteri gram negatif teridentifikasi, lalu benang berfungsi sebagai tempat awal ditanamkannya bakteri gram negatif di ujung kain yang selanjutnya akan ditarik dari ujung satunya, sehingga bakteri akan tertanam pada masing-masing media agar. Kemudian, lilin batik berguna untuk menuliskan jenis bakteri yang tertanam dalam kain katun tersebut.

“Harapannya inovasi ini bisa bermanfaat dan bisa digunakan oleh semua orang. Misal kita sedang terkena diare tanpa tahu penyebabnya, maka dengan identifikator ini bisa membantu kita untuk mengetahui penyebab penyakit kita,” tutup Irzal. (NIN/Zul)