Mahasiswa IPB Ciptakan Krim Lulur dari Rumput Laut

Mahasiswa IPB Ciptakan Krim Lulur dari Rumput Laut

mahasiswa-ipb-ciptakan-krim-lulur-dari-rumput-laut-news
Berita

Rumput laut merupakan salah satu komoditas hasil laut yang tersebar di seluruh perairan Indonesia. Jumlah spesies rumput laut di Indonesia kurang lebih 555 dari 8.642 jenis rumput laut yang terdapat di dunia. Salah satu jenis rumput laut yang berpotensi untuk dikembangkan adalah Sargassum sp. Rumput laut jenis ini mengandung komponen aktif berupa senyawa antioksidan yang tinggi.

Krim lulur adalah kosmetik pembersih kulit yang dapat melindungi kulit dari radikal bebas dan mengangkat sel-sel kulit mati. Saat ini, krim lulur yang beredar di pasaran menggunakan bahan kimia sebagai pengental. Penggunaan bahan kimia pada kosmetik dinilai kurang baik karena dapat menimbulkan efek jangka panjang.

Melihat hal ini, Rima Nur Fadhilah, mahasiswa dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) mencoba memanfaatkan potensi rumput laut untuk diaplikasikan pada krim lulur. Menurutnya, bahan kimia pada krim lulur dapat digantikan dengan bahan alami dari rumput laut.

“Rumput laut Sargassum sp. memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan ini dapat menghambat oksigen reaktif dan radikal bebas dalam tubuh. Oleh karena itu, saya tertarik melakukan penelitian membuat formula krim lulur dengan memanfaatkan bahan aktif ekstrak rumput laut coklat Sargassum sp.,” kata Rima.

Selain memanfaatkan senyawa aktif antioksidan, Rima juga memanfaatkan karagenan komersil yang juga berasal dari rumput laut sebagai agen pengemulsi dan pengental. Ia melakukan penelitian dengan judul “Formula Krim Lulur dari Ekstrak Rumput Laut Coklat Sargassum sp. dan Karagenan”. Penelitian ini dilakukan di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Sri Purwaningsih MSi dan Dr Azrifitria, MSi. Apt.

Berdasarkan pengamatan, ekstrak etanol rumput laut coklat yang digunakan Rima memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai Inhibition Concentration 50 (ic50) sebesar 56,60 ppm. “Ini menunjukkan aktivitas antioksidan yang tergolong kuat,” katanya.

Hasil penelitiannya menunjukkan formula krim lulur yang terbaik adalah dengan penambahan karagenan 1%. Krim lulur yang dihasilkan memiliki nilai pH, viskositas, dan daya sebar yang sesuai dengan standar.

Rima berharap hasil penelitiannya ini dapat memberikan informasi mengenai bahan alternatif krim lulur dari rumput laut coklat Sargassum sp. “Saya juga berharap penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melakukan pengujian stabilitas krim lulur dan pengujian formula krim lulur terhadap probandus,” kata Rima. (NIRS/Zul)