Dua Mahasiswa IPB Sabet Dua Penghargaan Lomba Debat Berbahasa Inggris
Dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil mendapat penghargaan Top 5 Best Speaker in Novice Category pada ajang Java Overland Varsity English Debate (JOVED) 2018, Yogyakarta (13-17/7). Kedua mahasiswa tersebut adalah Ardella Maharani dan Farhan Hanif Putra. Selain menjadi TOP 5 Best Speaker, kedua mahasiswa IPB tersebut juga berhasil menggondol piala Runner-Up Novice Category bersama Ilhamda El Zuhri.
“Alhamdulillah bisa mendapat best speaker dan runner-up. Awalnya kami tidak menyangka akan mendapat penghargaan,” ujar Ardella Maharani, mahasiswa Program Studi Aktuaria Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Event JOVED merupakan event debat bahasa Inggris yang digelar setiap tahun dan mengundang debaters dari seluruh Indonesia. Biasanya isu-isu yang diangkat dalam JOVED adalah isu-isu internasional yang sedang memanas. Seperti isu politik, hak asasi manusia, ekonomi, kesehatan dan hubungan internasional.
“Debat bahasa Inggris itu lebih berat dari debat bahasa Indonesia, karena debaters harus menguasai semua isu yang ada di dunia. Tidak hanya isu yang sedang memanas, tetapi juga isu-isu sebelumnya yang juga menjadi trending topic,” tambah Ardella.
Ardella mengatakan untuk mengetahui isu-isu internasional yang sedang memanas, harus banyak membaca berita internasional. Terdapat beberapa laman berita internasional yang bisa dilanggan seperti The Guardians, BBC, dan Economics.
“Banyak membaca berita internasional itu penting bagi debaters bahasa Inggris. Selain untuk menambah wawasan terhadap isu internasional, dengan membaca berita dapat membuka pikiran kita sehingga mudah untuk menyampaikan selama debat nanti,” pungkas Ardella.
Selain isu-isu internasional yang diangkat, hal yang paling dinilai dalam debat bahasa Inggris adalah isi pemikiran yang disampaikan oleh debaters. Berbeda dengan debat bahasa Indonesia, dalam debat bahasa Inggris kaidah bahasa kurang diperdulikan sehingga meskipun kaidah bahasa Inggrisnya jelek, tetapi isi pemikirannya sesuai dengan isu yang diangkat, masih ada kesempatan untuk menang dan menjuarai debat tersebut.
Sebagai debaters sejak SMP, Ardella berpesan kepada debaters lainnya supaya jangan pernah putus asa dalam berproses mengasah kemampuan debatnya. Karena debat itu tak mudah terutama debat bahasa Inggris. “Kalah menang itu sudah biasa dalam lomba debat, jadi ya dibawa senang saja sekalipun kalah dalam lomba debat,” pungkas Ardella. (Rosyid/Zul)
