Cerdas IPB dan CESMED UKM Malaysia Gagas Kerjasama Riset

Cerdas IPB dan CESMED UKM Malaysia Gagas Kerjasama Riset

cerdas-ipb-dan-cesmed-ukm-malaysia-gagas-kerjasama-riset-news
Berita

Centre for Disaster Studies (Cerdas-IPB) yang juga dikenal sebagai Pusat Studi Bencana Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB)membahas rancangan kerjasama dengan Centre for Entrepreneurship and SMEs Development (CESMED-UKM Malaysia).  Kerjasama ini diarahkan untuk memperkuat visi entrepreneurship yang saat ini berkembang seiring era Revolusi Industri 4.0.  Penguatan kerjasama diarahkan pada pengembangan Start Up Knowledge Transfer in The Era of 4th Industrial Revolution di kawasan Asia Tenggara. Bidang ini dianggap menjadi bagian penting oleh universitas di ASEAN dalam mengambil peran pada kompetisi global. 

“Kerjasama ini menjadi penting karena bukan hanya sekedar untuk menumbuhkan jiwa dan semangat kewirausahaan, tetapi juga pada upaya untuk mendorong kewirausahaan tumbuh sebagai bagian dari semangat dan jiwa kampus. Mengemban tugas sebagai kampus dengan identitas kampus inovasi adalah fondasi bagi penumbuhkembangan kewirausahaan.  Maka sangat jelas jika semua energi perguruan tinggi dikembangkan untuk mengambil peluang dalam era Revolusi Industri 4.0,” ujar Kepala Cerdas IPB, Dr. Yonvitner di Pusat Studi Bencana LPPM IPB (9/7).

Kedua pusat riset ini akan merancang sebuah koordinasi kawasan dalam lingkup perguruan tinggi guna mendalami pentingnya penguatan kewirausahaan dalam menghadapi RevolusiIndustri 4.0 di kampus-kampus. Kedua lembaga riset ini melihat penting untuk mensinergikan kekuatan kampus di ASEAN untuk menjadi penopang tumbuhnya entrepreneur dari design pendidikan dan pembinaan kampus.

Kewirausahaan saat ini tidak lagi hanya sebagai kebutuhan orang tertentu, tetapi sudah menjadi desain global yang menjadi milik semua orang.  Disruption innovation menjadi big title dimana setiap orang bisa menciptakan pasar.  Dalam waktu singkat siapa saja bisa mengubah peta perjalanan pasar dari inovasi yang dihasilkan. Konsumen yang bersifat abstraktif dalam waktu dekat dapat menjelma menjadi realistis. 

“Setiap inovator dapat memacu pasar kapan saja diyakini dan diperlukan. Dengan kondisi seperti ini, maka dunia pendidikan harus atraktif, tidak hanya sekedar membuat sistem pembelajaran online, namun juga harus memiliki berbagai variasi produk pendidikan yang bisa ditawarkan.  Interactive class harus ditumbuhkan, baik bersama masyarakat, pelaku bisnis, maupun lingkungan. Dosen tidak hanya sebagai guru tetapi harus menjadi motivator bisnis yang handal, karena sesungguhnya pendidikan adalah sebuah bisnis. Untuk itu keberadaan pusat harus mampu mengagregasi semua atractiveness tersebut menjadi sebuah kekuatan kampus,” ujarnya.

Akan lebih baik lagi apabila perguruan tinggi mampu menghasilkan insan cendekia yang bertalenta bisnis.  Lebih lanjut dijelaskan jika minimal dengan dua persen saja lulusan menjadi pengusaha, ini akan memberikan multiplier effect pada pengembangan bisnis masa depan bangsa. Untuk itu praktek kewirausahaan dan pendampingan harus menjadi target utama kita dalam membangun bangsa ke depan melalui dunia kampus. 

Sementara itu, perwakilan CESMED UKM Dr. Akmal Syafrudin dalam presentasinya menyampaikan gagasan paket kerjasama yang akan dilaksanakan. Kerjasama direncanakan berdurasi 3 tahun (2018-2020). Pada tahap awal akan memetakan kebijakan dari negara ASEAN terkait paket dan program pendidikannya yang terkait kewirausahaan, kemudian akan dipacu dalam sebuah standar dan indikator yang sama.  Ke depan akan ditemukan suatu titik dimana mahasiswa, dosen dan masyarakat menjadi pelaku usaha yang akan saling bekerjasama.

“Kurikulum kewirausaan ke depan harus dipandang tidak hanya sebagai pelengkap materi ajar, tapi harus menjadi materi penguatan dalam bisnis,” ujar Dr. Akmal.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Cerdas IPB, Dr. Perdinan memaparkan pengalamannya selama membina dan mendampingi masyarakat di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Menurutnya, sebagian besar masyarakat berbisnis berbasis sumberdaya lokal sebagai penguatan income generating

Pelaksanaan kerjasama ini akan diperkuat dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua belah pihak. Sehingga berbagai bentuk kegiatan aksi dan tindak lanjut kerjasama ke depan akan terkonsolidasi dengan baik.(**/Zul)