Tahun Ini Menjadi Tahun IT Bagi IPB
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria, SP, MSi mengundang para wakil rektor, sekretaris institut, direktur, kepala kantor, kepala biro, dan kepala unit penunjang berikut jajarannya masing-masing hadir pada Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Kerja Rapat dan Anggaran (RKA) dan Pelaksanaan Kegiatan tahun 2018 di Auditorium Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Kampus IPB Dramaga, (26/3).
Rektor menyampaikan, RKA sudah diputuskan sejak tahun 2017, namun untuk penyempurnaan, perlu adanya revisi. “Hasil rapat ini akan disampaikan ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada April 2018 nanti. Rapat ini merupakan kesempatan untuk mencermati program-program yang sudah dirancang agar lebih tajam sesuai arah dan tujuan program IPB ke depan,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinannya, IPB diharapkan menjadi pelopor pengembangan sistem manajemen modern pendidikan tinggi. Tahun ini betul-betul akan menjadi tahun Information and Technology (IT) untuk menyelesaikan berbagai persoalan sistem manajemen yang ada. Semua urusan diselesaikan oleh sistem komputer.
“Terkait perkembangan ilmu, di satu sisi kita akan mengembangkan fakultas tapi di sisi lain akan mendownsize fakultas. Kekuatan ada pada IT yang canggih,” ujarnya.
Menjadikan IPB sebagai perguruan tinggi yang proaktif memecahkan persoalan masyarakat dan penentu arah kebijakan nasional tentu tidak mudah. Dari tujuan tersebut, rektor membagi ke dalam tujuh program utama.
Tujuh program tersebut adalah: Pertama, IPB Care yang meliputi kesejahteraan dosen, kesejahteraan mahasiswa, kesejahteraan tenaga kependidikan.
Kedua, IPB Green meliputi infrastruktur, zero waste management, green transportation.
Ketiga, IPB Smart meliputi Smart Finance, ICT System, Smart Governance, Smart Learning, Smart Human Capital.
Keempat, IPB Lead meliputi Entrepreneurship, Leadership, Character Development.
Kelima, IPB Biz meliputi pengembangan inovasi dan pengembangan bisnis.
Keenam, IPB Share meliputi share kepada masyarakat dan share kepada pemerintah.
Ketujuh, IPB 500 merupakan target World University Ranking meliputi mobilitas internasional dan publikasi.
Rektor IPB juga menyebutkan tujuan yang ingin dicapai IPB mulai tahun 2019 hingga tahun 2023 yakni menghasilkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang transformatif agar tercipta kualitas kehidupan berkelanjutan.
“Harus muncul inovasi konkrit untuk ekonomi rakyat dan industri nasional. Inovasi ini harus mampu mentranformasi ke arah eksternal, bidang bisnis. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sangat berkepentingan. Ilmu-ilmu baru sudah seharusnya kita bahas. Untuk membicarakan ilmu-ilmu baru, awal April saya akan masuk ke fakultas untuk mengkaji betul tentang kemungkinan-kemungkinan ilmu baru,” ucapnya.
IPB juga diharapkan dapat menjadi penentu kecenderungan ilmu-ilmu terkini di bidang pertanian, kelautan dan biosains tropika di tingkat nasional dan global.
Dalam acara ini disampaikan Target Kinerja 2018 dan Rancangan Revisi I RKAT yang dipaparkan Wakil Rektor Bidang Sumberdaya, Perencanaan dan Keuangan, Dr.Agus Purwito. Selain itu juga dipaparkan program kerja masing-masing direktorat, kantor dan biro. (dh/Zul)
