Sekitar 1.400 Siswa SMA Ikuti IPB Goes to School 2018 di Kebumen
Tahun ini, Forum Komunikasi Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (Forkoma) asal Kebumen melalui program IPB Goes to School (IGTS) 2018 mempromosikan IPB kepada siswa kelas XII di 16 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Kebumen. Dengan tajuk “I’m Ready for New Step Forkoma Kebumen IPB”, rangkaian kegiatan Roadshow ke-SMA dan MA di Kabupaten Kebumen telah dilaksanakan pada tanggal 17-27 Januari 2018. Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini sekitar 50 orang. Jumlah keseluruhan siswa yang mengikuti IGTS di Kebumen sekitar 1.400 siswa.
Berbagai respons siswa SMA dan MA, mereka mengaku sangat tertarik melanjutkan pendidikan tinggi di IPB dengan berbagai alasan diantaranya: karena IPB peringkat 3 se-Indonesia, alumni bisa bekerja di semua bidang pekerjaan, dan bahkan ada juga yang beralasan kalau di IPB berlimpah beasiswa. Mereka juga mengaku sangat menantikan kedatangan mahasiswa IPB ke sekolahnya untuk memberikan sosialisasi.
Seperti yang disampaikan Nazwar Samsu, siswa kelas XII MIA F SMAN 1 Kebumen. “Acara sosialisasi ini sangat menarik sekali. Sosialisasi IPB yang dibawakan kakak dari IPB sangat atraktif. Semua kakak yang ada di kelas terlibat aktif ketika menyampaikan materi dan menjawab pertanyaan. Berkat sosialisasi ini saya menjadi lebih tahu tentang IPB dan saya semakin tertarik untuk berkuliah di Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) IPB dengan harapan bisa mengembangkan pertanian modern di Kabupaten Kebumen dan teknologi-teknologinya,” ungkap Nazwar.
Tanggapan baik juga disampaikan salah seorang guru Bimbingan dan Konseling SMAN 1 Gombong, sosialisasi IPB ini sangat membantu menambah pengetahuan siswanya tentang perguruan tinggi khususnya IPB. “Saya mewakili pihak sekolah mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Kebumen yang kuliah di IPB, karena telah memberikan sosialisasi perguruan tinggi kepada anak-anak kami. Tentunya acara ini sangat bermanfaat bagi siswa kami, terutama tentang dunia perkuliahan khususnya di IPB. Kedepannya saya berharap semakin banyak siswa kami yang kuliah di IPB dan mengembangkan pengetahuannya serta sistem pertanian di Kebumen.”
Antusisme siswa dalam mengikuti IGTS di Kebumen ini terbukti dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan, banyak sekali siswa yang bertanya tentang IPB, baik itu mengenai prospek kerja jurusan, materi kuliah yang diajarkan di tiap jurusan, jalur masuk, kehidupan kampus di IPB, beasiswa, biaya hidup, kegiatan kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun fasilitas yang ada di IPB.
Ada satu pertanyaan yang cukup menarik, pertanyaan ini disampaikan oleh Riska Tri Susanti, siswi SMAN 1 Prembun. “Kak, katanya di IPB itu wajib asrama ya? Terus biaya hidup ketika di asrama itu bagaimana? Ada kegiatannya nggak?”
Anggota Forkoma yang juga mahasiswa IPB angkatan 2017, Amanah Zakiah menjawab, IPB itu mewajibkan semua mahasiswanya untuk tinggal di asrama selama satu tahun awal kuliah di IPB. Setelah itu mahasiswa boleh tinggal di asrama reguler maupun kost/kontrakan. Untuk kost dan kontrakan sudah ada yang bekerja sama dengan pihak IPB dalam memberikan fasilitas tempat tinggal yang tentunya sesuai dengan harganya.” Menurut Amanah, biaya kost/kontrakan di IPB berkisar mulai dari Rp 2,5 – 5 juta per tahun. Kalau untuk makan, di sekitar kampus IPB cukup murah uang Rp 7.000 sudah dapat makan dengan lauk telur dan sayur. “Untuk kegiatan di asrama itu ada banyak salah satunya, ngaji bareng segedung dan selorong. Ada juga organisasi di asrama Dewan Gedung Asrama, Gugus Disiplin Asrama, Dewan Mushola, dan Klub Asrama. Satu kamar empat orang berasal dari ragam daerah di Indonesia, di sana belajar menghargai perbedaan budaya, agama, dan pandangan hidup,” katanya. (***/ris)
